Akademis Dalam Tradisi Intelektual Muslim


Kebebasan Akademis Dalam Tradisi Intelektual Muslim
Kebebasan akademis adalah kebebasan sebagai sarjana untuk menggali kebenaran dan menerbitkannya dan membuat hasil-hasil temuan atau pandangan-pandangannya tersebut untuk dibahas secara kritis dalam komuniti ilmiah yang relevan untuk ditolak, diperbaiki atau diakui dan dimantapkan. Kebebasan adalah juga kebebasan dari seorang sarjana dalam bidang keahliannya di dalam memberi pelajaran dan mendidik mahasiswa-mahasiswanya mengenai bagaimana kebenaran dalam ilmu pengetahuan itu dapat diperoleh atau diketahui melalui proses-proses yang berlaku menurut metode ilmiah atau logika yang masuk akal.


Dalam literatur Islam, definisi kebebasan akademis tidak ditemukan, akan tetapi dasar kebebasan akademis itu sendiri tampak pada kerangka berfikir para ilmuan muslim, dimana mereka tidak mengekang daya fikir seseorang, bahkan sejarah pun mencatat istilah-istilah kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, kebebasan berfikir, kebebasan bergerak, kebebasan berideologi dan kebebasan lainnya sering juga ditemukan dalam tradisi intelektual muslim klasik.


Peranan konkrit kebebasan akademis bagi pengembangan ilmu pengetahuan sebagaimana diungkapkan dalam catatan sejarah Islam bahwa perjalanan kemajuan intelektual Islam selalu diawali dengan tingginya apresiasi yang diberikan terhadap doktrin Islam tentang kebebasan akademis yang ujungnya melahirkan keberanian intelektual untuk menghasilkan produk ilmiah ulama Islam klasik. tampilan lengkap Lihat disini.













.