![]() |
| Ingat Baik-baik |
Dipagi yang cerah ini KAPAK Comunity ingin memberikan suatu info dan juga ilmu serta pengetahuan kepada sobat semua yang mana info tersebut terangkum dalam sebuah judul yaitu Kesyirikan Sudah Dianggap Tradisi Oleh Manusia.
2012 ini merupakan tahun yang sudah tua sekali untuk bumi yang kita pijak ini mengapa demikian karena mengingat dri tahunnya saja sudah amat tua oleh karena itu mari kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara kita sendiri, tapi dalam artian masih ada dijalan Allah. Bukan kita semakin menjauhinya apalagi kita menduakannya, ini ada beberapa kesyirikan yang sudah dianggap tradisi oleh para manusi antara lain adalah :
1. Tathayyur
Tathayyur adalah
beranggapan sial dengan waktu tertentu, tempat tertentu, atau sesuatu
yang dilihat, didengar, atau diketahui. (Al-Qaulul Mufid)
Di
sebagian daerah, penduduk membangun rumah menghadap arah tertentu.
Mereka juga memulai membangun dan menempatinya di hari tertentu, dengan
keyakinan akan mendatangkan keberuntungan dan menjauhkan kesialan. Ada
pula yang tidak mau berdagang di hari tertentu dan melarang pernikahan
di bulan tertentu. Semua ini adalah bentuk tathayyur syirik, harus
dijauhi oleh seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
berkata:
“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.” (HR. Abu Dawud no. 3910, lihat al-Qaulul Mufid)
2. Tamimah
Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan pada seorang anak untuk menolak ‘ain atau musibah.
Sering
kita melihat benda-benda yang digantungkan di rumah, mobil, toko, atau
dipakaikan pada anak dengan niat menolak bala. Semua ini termasuk
jenis tamimah yang syirik. Orang yang melakukannya terjatuh dalam
kesyirikan. (Lihat al-Qaulul Mufid)
3. Tiwalah
Ia adalah sesuatu yang dibuat untuk membuat suami/seorang lelaki mencintai istrinya/seorang wanita atau sebaliknya.
Adapun
dublah (cincin yang dipakai oleh seseorang setelah menikah) dengan
keyakinan bahwa selama cincin emas tersebut dipakai maka pernikahannya
akan tetap langgeng, ini adalah keyakinan yang syirik, karena tidak ada
yang bisa membolak-balikkan hati manusia selain Allah Subhanahu wa
Ta’ala.
Memakai cincin seperti ini minimal tasyabbuh (menyerupai)
orang kafir, haram hukumnya. Bisa juga terjatuh dalam kesyirikan, jika
dia berkeyakinan bahwa cincin itu bisa menjadi sebab langgengnya
pernikahan. (Lihat al-Qaulul Mufid Syarah Kitabut Tauhid)
4. Jampi-jampi/mantra
Yang dimaksud adalah ruqyah (bacaan-bacaan) yang syirik, yang mengandung permintaan bantuan kepada jin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang tiga hal di atas dalam hadits beliau:
“Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)
Adapun ruqyah yang dibenarkan oleh syariat adalah yang memenuhi tiga syarat berikut:
– Bacaan dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan doa-doa yang baik.
- Menggunakan bahasa Arab dan dimengerti maknanya.
-
Diyakini hanya semata-mata sebagai sebab, tidak bisa berpengaruh
selain dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Fathul Majid)
5. Perdukunan
Ini
adalah musibah yang melanda banyak kaum muslimin. Banyak orang menjadi
pelanggan dukun dalam keadaan senang ataupun susah, padahal ancaman
bagi dukun dan yang mendatanginya sangat besar. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam berkata:
“Barangsiapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim)
Dalam hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Barangsiapa
mendatangi dukun dan bertanya sesuatu kemudian membenarkannya, dia
telah mengkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam.”
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menegaskan bahwa mendatangi dukun ada beberapa rincian hukum,
1. Datang dan bertanya kepadanya, maka tidak diterima shalatnya empat puluh hari.
2.
Datang, bertanya kepadanya, dan membenarkan ucapannya, maka ia telah
ingkar kepada apa yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam.
3. Datang untuk membongkar kesesatannya, diperbolehkan. (Lihat al-Qaulul Mufid)
Adapun
tentang kafirnya dukun, asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami
menyebutkan sembilan alasan kafirnya dukun. Di antara yang beliau
sebutkan adalah bahwa seorang dukun telah menjadi wali setan. Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya….” (Al-An’am: 121)
Padahal setan tidak akan menjadikam seorang menjadi wali selain seorang yang kafir. (Lihat Ma’arijul Qabul hlm. 423-424)
6. Sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan bahwa termasuk orang
yang dilaknat adalah seorang yang melakukan sembelihan untuk selain
Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Allah
melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat
orang yang melaknat (mencerca) dua orang tuanya. Allah melaknat orang
yang melindungi pelaku pelanggaran syar’i. Dan Allah melaknat orang
yang mengubah-ubah batas tanah.” (HR. Muslim)
Di antara sembelihan yang dipersembahkan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah berbagai bentuk sembelihan untuk jin.
a. Larung (sedekah laut)
Di
antara sembelihan syirik adalah sembelihan tahunan yang dipersembahkan
untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik untuk laut (sedekah
laut), sungai, gunung, maupun yang lainnya.
b. Sembelihan untuk pengantin
Di
sebagian tempat ada sebuah tradisi penyembelihan ketika ada
pernikahan. Kedua mempelai diperintahkan untuk menginjakkan kedua kaki
mereka di darah sembelihan tersebut sebelum memasuki rumahnya.
c. Sembelihan untuk rumah baru
Di
sebagian daerah, ketika telah selesai membangun rumah, mereka
menyembelih seekor hewan. Sebagian mereka bahkan menanam kepala hewan
tersebut di rumah barunya. Ini juga termasuk sembelihan yang syirik.
d. Memenuhi keinginan jin yang masuk pada tubuh seseorang
Ketika
ada orang kerasukan jin kemudian diruqyah, jin terkadang minta
disembelihkan hewan untuk dirinya. Jika terjadi hal demikian, permintaan
jin itu tidak boleh ditunaikan, karena hal tersebut adalah sembelihan
untuk jin. (Lihat al-Qaulul Mufid, asy-Syaikh Muhammad al-Wushabi)
7. Kesyirikan di kuburan
Di antara perbuatan syirik yang dianggap biasa adalah perbuatan-perbuatan di pekuburan sebagai berikut:
a. Berdoa kepada penghuni kubur
b. Nadzar untuk penghuni kubur
c. Isti’anah, meminta tolong kepada penghuni kubur
d. Isti’adzah, meminta perlindungan kepada penghuni kubur
e. Istighatsah, meminta dihilangkan bencana kepada penghuni kubur
Ketahuilah, semua hal di atas adalah kemungkaran yang harus diingkari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Barangsiapa
melihat kemungkaran hendaknya dia ubah dengan tangannya. Jika tidak
mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu juga maka dengan hatinya, dan
itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim) (Lihat Ma’ariful Qabul,
Ighatsatul Lahafan, Tahdzirul Muslimin)
8. Mencari berkah dari benda-benda tertentu
Sebagian orang mencari berkah kepada pohon, kuburan, atau benda-benda yang mereka miliki, seperti keris dan cincin.
Faedah
Tidak
boleh bertabarruk (mencari berkah) dari diri sereorang, dengan tubuh
atau bagian tubuh seseorang tertentu, selain Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam.
Seorang muslim tidak boleh mencari berkah dengan
diri seseorang yang dianggap shalih, baik ludah, rambut maupun bagian
tubuh lainnya. Hal ini berdasarkan beberapa alasan.
a. Hal tersebut kekhususan bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
b.
Tidak ada seorang pun setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
wafat yang meminta berkah dengan bagian tubuh Abu Bakr, Umar, Utsman,
Ali bin Abi Thalib, dan sahabat lainnya. Seandainya hal tersebut
dibolehkan, niscaya akan dilakukan oleh orang-orang di zaman mereka.
c. Akan menyebabkan fitnah dan ujub (bangga diri) dari orang yang dimintai berkah. (Lihat Taisir al-’Azizil Hamid, hlm. 144-145)
9. Sihir
Sihir
adalah satu amalan kufur yang harus dijauhi oleh seorang muslim.
Seseorang yang belajar dan mengajarkan sihir telah terjatuh dalam
kekufuran.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan mereka
mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman
(dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal
Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya setan-setan
itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada
manuria.” (Al-Baqarah: 102) (Lihat Ma’arijul Qabul hlm. 407-411)
10. Sedekah bumi
Sedekah
bumi yaitu memberikan sesuguh/sesaji ketika hendak panen padi dan
lainnya. Menurut mereka, sesaji itu dipersembahkan untuk Dewi Sri. Ini
pun termasuk bentuk kesyirikan.
11. Sesajen
Yakni memberikan sesuguh untuk karuhun ketika hendak melaksanakan acara tertentu.
12. Memberikan penghormatan dengan membungkuk
Ibnu
Taimiyah rahimahullah berkata, “Membungkuk ketika memberikan
penghormatan adalah perbuatan yang dilarang. Hal ini sebagaimana dalam
riwayat at-Tirmidzi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa mereka
bertanya tentang seseorang yang berjumpa dengan temannya lalu
membungkuk kepadanya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,
“Tidak boleh.”
Juga karena ruku dan sujud tidak boleh
dilakukan selain untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, walaupun hal ini
menjadi bentuk penghormatan pada syariat sebelum kita, sebagaimana
dalam kisah Yusuf ‘alaihis salam:
“Dan ia menaikkan kedua ibu
bapaknya ke atas singgasana. Mereka (semuanya) merebahkan diri seraya
sujud kepada Yusuf. Yusuf pun berkata, “Wahai ayahku, inilah ta’bir
mimpiku yang dahulu itu.” (Yusuf: 100)
Adapun dalam syariat kita, bersujud tidak diperbolehkan selain untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Majmu’ al-Fatawa, 1/259)
Ketahuilah,
semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati anda, apa yang kami
sampaikan hanyalah sebagian amalan syirik yang ada di tengah-tengah
masyarakat kita. Semuanya harus kita jauhi. Kita juga harus
memperingatkan umat Islam untuk menjauhi amalan-amalan syirik.
Ketahuilah,
semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati anda, segala adat-istiadat
dan kebiasaan masyarakat harus tunduk kepada syariat Allah Subhanahu wa
Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka
demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan
terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan
sepenuhnya.” (An-Nisa: 65)
Janganlah kita seperti orang-orang
jahiliyah yang tidak mau beriman kepada Rasul shallallahu ‘alaihi
wasallam dengan alasan mengikuti nenek moyang. Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman tentang keadaan kaum musyrikin:
Apabila
dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan oleh
Allah,” mereka menjawab, “(Tidak), kami hanya mengikuti apa yang telah
kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” (Apakah mereka akan
mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui
sesuatu pun dan tidak mendapat petunjuk? (al-Baqarah: 170)
Seorang
muslim harus mendahulukan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas
segala hal. Dia harus mengutamakan syariat daripada hawa nafsu,
adat-istiadat, dan pendapat akalnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah
mencela orang yang lebih mendahulukan hawa nafsunya. Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman:
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang
menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya
berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan
hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya? Siapakah yang
akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)? Maka
mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (al-Jatsiyah: 23)
Mudah-mudahan
tulisan yang ringkas ini bisa menjadi nasihat dan menjadi salah satu
sebab musnahnya praktik-praktik kesyirikan yang telah menyebar di
negeri kita ini.
[Faidah ini diambil dari tulisan
Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak yang berjudul "Penyimpangan Akidah di
Sekitar Kita" dalam majalah Asy Syariah no. 67/VI/1432 H/2010, hal.
48-53]
Nah itulah 12 Kesyirikan Sudah Dianggap Tradisi Oleh Manusia semoga dengan adanya artikel ini kita bisa memperbaikinya amin yarobbal alamin.
Sumber : By KAPAK Comunity
