Mendekatlah engkau ke dalam pelukanku,
Agar dapat kupecahkan seribu ketakutanmu.
***
Sepertinya tidak mungkin, untukmmu apa yang bisa diharapkan dariku. Aku layaknya jalan yang tidak menuntunmu kemana seperti yang kau inginkan. Aku sadar, tapi salahkah ketika raga ini ingin selalu menjaga hatimu, ingin menjadi bagian dari hari-harimu?
Tak kan kubiarkan satu hal saja melukai hatimu,
Walau kusadari lelaki ini memang tidak sempurna.
***
Kau bilang, semua orang mempunyai kesempatan untuk menjadi lebih baik. Semua orang mempunyai pilihan untuk menentukan tujuan hidupnya. Dan sekarangpun wejangan itu selalu hadir menemani do’a tidurku, tanpa terkecuali. Hanya saja aku berharap, sudikah kau menjadi cahaya penerang jalan itu?
Sempurnakan setengah agamaku,
Biar kucintai semua kekuranganmu,
Ajarkan aku menerima, mensyukuri dan dewasakan hidup ini,
Bersamamu terukir kisah makna cinta sejati.
***
Temanilah aku sebentar, tunggulah aku dalam kesabaran. Tuntunlah aku dalam menggapai ridha-Nya. Ajarkan aku seperti manakala ayahmu dulu mengajarkanmu. Dan kelak saat aku mulai menuntunmu, ingatkanlah aku ketika aku lupa bagaimana caranya berterimakasih kepada Allah yang telah mempertemukanmu. Ingatkanlah aku..