Membuat Paragraf Persuasi, Perbandingan, Contoh, dan Proses di dalam bahasa Indonesia
(Sumber: Suharto.2005. Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Surakarta: Widya Duta Grafika.)
Menulis paragraph persuasi tentu tidak akan mengambil bentuk paksaan terhadap penerima isi persuasi. Untuk itu, Anda harus berusaha memberi rangsangan agar orang lain mengambil isi persuasi. Untuk itu, Anda harus berusaha memberi rangsangan agar orang lain mengambil sebuah keputusan sesuai dengan keinginan Anda. Caranya dengan menambahkan bukti-bukti, walaupun tidak setegas dalam argumentasi. Bentuk yang dapat Anda ambil untuk persuasi tersebut, antara lain: Propaganda, iklan, selebaran, kampanye, dan sebagainya.
Semua bentuk ini biasanya menggunakan pendekatan “emotif”. Artinya, pendekatan dilakukan dengan cara membangkitkan dan merangsang perasaan orang banyak agar mau melakukan sesuatu. Dalam persuasi, orang menyampaikan sesuatu bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah. Perubahan pikiran tersebut menyebabkan mereka dapat menerima dan melakukan sesuatu yang diinginakn penulis persuasi. Melalui persuasi dibangun rasa percaya akan menerima sesuatu dengan gembira dan puas. Persuasi sendiri adalah suatu usaha untuk menciptakan kesesuaian atau kesepakatan melalui kepercayaan.
1) Dasar-Dasar Persuasi
a) Watak dan kredibilitas pembicara atau penulis
Watak dan kredibilitas pembicara sangat berpengaruh dalam persuasi, sebab penulis yang sudah dikenal watak dan kredibilitasnya, tulisannya akan persuasive. Penulis persuasi harus mempunyai watak, kepribadian, sikap, dan bahasa yang baik. Dengan demikian, pembaca atau pendengar mengetahui bahwa penulis persuasi berwatak baik, mampu menguasai persoalan sehingga pembaca atau pendengar dengan sukarela menerima isi persuasi tersebut.
b) Kemampuan mengandalkan emosi
dalam mengobarkan emosi dan sentiment khalayak maupun kesanggupan meredakan atau memadamkan emosi dan sentiment pribadi. Di samping itu, kemampuan mengendalikan emosi di sini bermakna juga mempertahankan pendapat, membela diri, dan membenarkan diri untuk suatu tujuan.
c) Bukti-bukti
salah satu kesamaan antara argumentasi dan persuasi adalah pada logika yang memerlukan fakta. Dalam persuasi, fakta diperlukan agar kebenaran tidak terlalu abstrak. Penggunaan angka, grafik, dan statistic sangat baik dalam argumentasi, tetapi menjadi tidak menarik dalam persuasi. Hal ini jelas sebab persuasi menekankan emosi. Bukti hanya sekadar sebagai factor untuk menanamkan kepercayaan pendengar atau pembaca. Contoh:
Rahasia di Balik Wajah Cantik Alami
Kecantikan alami Anda miliki adalah kecantikan yang datang dari kulit bumi yang lembut segar bercahaya. Kulit yang tetap memesona walaupun tanpa make up. Tahukah Anda, bahwa keindahan kulit ini dimungkinkan oleh adanya keseimbangan minyak dan kelembapan di lapisan yang paling luar?
Menghadapi pengaruh usia dan iklim yang tidak henti mencoba mengguncang keseimbangan kulit ini, adalah bijaksana apabila sehari-hari melengkapi kadar minyak dan kelembapannya dengan suatu cairan minyak lembap tropis unik yang selaras dengan cairan-cairan kecantikan alami kulit itu sendiri.
Rasakan beta mudah cairan minyak lembap Juminten of Oil ini meresap ke kulit, terutama di bagian-bagian yang cenderung kering berkerut. Untuk membantu kulit Anda tetap halus, lembut kenyal menghadapi setiap cobaan yang mengeringkan.
Bantuan teratur Juminten of Oil memberi hasil nyata dan mempercantik kulit Anda, karena langsung menyentuh kuncinya, yakni keseimbangan minyak dan kelembapan yang vital bagi keremajaan kulit Anda. Kini di Indonesia dan Timor Leste, cairan minyak lembap Juminten of Oil juga tersedia dalam bentuk krem lembut. Mana yang Anda pilih? Itu tergantung selera Anda. Tapi keduanya sama dalam khasiat dan sama tidak terasa berminyak pada kulit.
Juminten of Oil telah menjadi rahasia di balik kecantikan awet muda banyak wanita di seluruh dunia. Peganglah rahasia ini. Hadapi usia mendatang dengan kecantikan wajah alami yang tidak mudah layu.
Paragraph persuasi tersebut menunjukkan kepada kita hal-hal berikut.
a) Bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar melakukan sesuatu, yakni membeli produk kosmetik “Juminten of Oil”.
b) Fakta dan kebenaran terdapat pada paragraph pertama untuk menanamkan kepercayaan pembaca.
c) Fakta dijalin dengan motif emotif untuk menggugah atau merangsang emosi pembaca.
d) Sasaran persuasi yang tampak dikuasai penulis adalah wanita dewasa.
2) Teknik Menyusun Persuasi
anda sudah tahu bahwa persuasi membutuhkan fakta (evidensi) sebagai dasar, teknik, tujuan, dan motivasi sama halnya argumentasi. Antara keduanya ada pembedaan. Kekhasan dalam persuasi sebagai berikut.
Ø Teknik rasionalisasi. Artinya, suatu proses pembuktian mengenai suatu kebenaran dalam bentuk yang agak lemah. Dalam persuasi, rasionalisasi digunakan dalam bentuk suatu proses penggunaan akal untuk memberikan suatu dasar pembenaran kepada suatu persoalan di mana dasar atau alasan tidak merupakan sebab langsung dari suatu masalah. Rasionalisasi di sini memperlihatkan sesuatu dapat diterima akal sehat.
Ø Identifikasi. Isi identifikasi adalah analisis terhadap pendengar atau pembaca tentang latar belakang dan situasi untuk menciptakan dasar pembicaraan. Dasar yang sudah ditemukan tersebut untuk mengidentifikasi khalyak sesuai dengan latar belakang, pengetahuan, dan kemampuan.
Ø Sugesti. Artinya, usaha untuk membujuk atau memengaruhi orang lain untuk menerima suatu keyakinan. Bentuknya rangkaian kata dan kalimat yang menarik sehingga orang lain terpengaruh.
Ø Konformitas. Artinya, keinginan diri untuk serupa dengan sesuatu hal yang lain. Hal tersebut sebagai suatu mekanisme untuk menyesuaikan atau mencocokan diri dengan keadaan agar sesuatu yang diinginkan tercapai.
Ø Kompensasi. Artinya, suatu tindakan atau hasil usaha untuk mencari pengganti sesuatu, sikap, dan keadan sehingga pendengar atau pembaca dapat melakukan tindakan yang sesuai keinginan penulis.
Ø Penggantian. Artinya, pengalihan suatu objek atau tujuan tertentu kepada objek atau tujuan lainnya.
Ø Proyeksi. Artinya, suatu teknik menjadikan sesuatu yang awalnya sebagai subjek kemudian berubah menjadi objek.
IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):
Making Paragraphs Persuasion, Comparison, Example, and Processes in the Indonesian
(Source: Suharto.2005. Competent Speak Indonesian and compose literature. Surakarta: Widya Duta Graphic.)
Writing paragraphs persuasion certainly will not take the form of coercion to persuasion contents recipient. For that, you have to try to provide stimulus for others to take the contents of persuasion. For that, you have to try to provide stimulus for others to take a decision in accordance with your wishes. You do this by adding the evidence, although not as strongly as in the argument. Form that you can take to the persuasion, among others: Propaganda, advertising, leaflets, campaigns, and so on.
All of these forms are usually using a "emotive". That is, the approach is done by generating and stimulating feelings of many people to want to do something. In persuasion, people say something opposite of the view that the human mind can be changed. Change the minds causing them to accept and do something diinginakn writer persuasion. Through persuasion built a sense of trust will receive something with great joy and satisfaction. Persuasion itself is an attempt to create conformity or agreement through the trust.
1) Basics of Persuasion
a) The nature and credibility of the speaker or writer
Character and credibility of the speaker is very influential in persuasion, because the author is already known character and credibility, the writing would be persuasive. Author of persuasion must have character, personality, attitudes, and language. Accordingly, readers or listeners to know that the author either persuasion character, able to control the problem so that the reader or listener to voluntarily accept the contents of persuasion.
b) The ability to rely on emotion
stir emotion and sentiment in the audience as well as the ability to relieve or extinguish emotions and personal sentiment. In addition, the ability to control emotions here means also hold opinions, defend, and justify ourselves for a purpose.
c) Evidence
one similarity between argumentation and persuasion is on the logic that requires facts. In persuasion, the facts necessary for the truth is not too abstract. The use of figures, graphs, and statistics are very good in the argument, but it becomes unattractive in persuasion. This is obviously because persuasion emphasize emotion. Evidence merely as a factor to instill confidence in the listener or reader. Example:
Secret Beyond Natural Beauty Face
You have natural beauty is the beauty that comes from the earth's soft skin fresh glowing. Skin that remains fascinating even without makeup. Did you know that the beauty of the skin is made possible by the existence of a balance of oil and moisture in the outermost layer?
Confronting climate effects of age and never stopped trying to destabilize the balance of the skin, is wise to complete daily oil content and humidity with an unique tropical moist liquid oil that is in harmony with the natural beauty fluids skin itself.
Feel easy fluid beta damp Juminten of Oil oil is absorbed into the skin, especially in the parts that tend to dry wrinkled. To help keep your skin smooth, supple soft dry face any ordeal.
Regular assistance Juminten of Oil gives real results and beautify your skin, because it directly touches the key, the balance of oil and moisture that are vital to the youthfulness of your skin. Now in Indonesia and Timor Leste, liquid damp oil Juminten of Oil is also available in the form of soft beige. Which do you choose? It depends on your taste. But both are the same efficacy and does not feel greasy on the skin.
Juminten of Oil has been the secret behind the youthful beauty of many women around the world. Seize this secret. Face the future with the age of the natural beauty of the face that are not easily wilt.
The persuasion paragraph shows us the following.
a) Aim to convince the reader to do something, ie, buy cosmetic products "Juminten of Oil".
b) The fact and truth contained in the first paragraph to instill confidence in the reader.
c) The fact is woven with motifs emotive to arouse or stimulate the reader's emotions.
d) Target persuasion seem overpowered the author is a woman.
2) Develop Persuasion Techniques
you already know that persuasion requires facts (evidensi) as a basis, technique, purpose, and motivation as well as arguments. No distinction between the two. Distinctiveness in persuasion as follows.
Engineering rationalization. That is, a process of proving the truth in the form of a somewhat weak. In persuasion, is used in the form of a rationalization process of the use of reason to give a justification to an issue where the grounds or reasons are not the direct cause of a problem. Rationalization here shows something acceptable common sense.
Identification. Fill identification is an analysis of listeners or readers about the background and circumstances to create a basis for discussion. The foundation has been found to identify khalyak accordance with the background, knowledge, and abilities.
suggestion. That is, an attempt to persuade or influence others to accept a conviction. The shape is a series of words and phrases that appeal to other people affected.
Conformity. That is, the desire for self-similar to something else. It is as a mechanism to adjust or match to the situation in order to achieve something to be desired.
Compensation. That is, an act or results of operations to find a replacement for something, attitude, and condition so that the listener or reader can take appropriate action writer desires.
Replacement. That is, the transfer of an object or objects to a particular purpose or any other purpose.
Projection. That is, a technique to make something that was originally a subject then turned into objects.