Sejarah Perang Korea/ History of the Korean War FOR SENIOR HIGH SCHOOL HISTORY


Sejarah Perang Korea

(Sumber: Ali, Nur. Modul Bahan Ajar Sejarah. Ponorogo: MGMP.)

1) Korea sebelum Perang Dunia Kedua

            Sebelum Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua, Korea adalah Negara merdeka di bawah pengaruh Cina dan Rusia. Tetapi setelah Jepang berhasil mengalahkan Cina dalam perang 1894-1895 dan sekaligus berhasil mengalahkan Rusia dalam Perang 1905, maka terbuka kesempatan bagi Jepang untuk menguasai Korea. Pada tahun 1907, Korea dijadikan daerah protektorat Jepang, Kaisar Korea terakhir “Kaisar Yi Hieung” diturunkan dari takhta secara paksa, sehingga terjadi pemberontakan anti Jepang, namun Jepang berhasil memadamkan pemberontakan tersebut. Pada tahun 1910, Korea dianeksasi oleh Jepang dan dianggap sebagai bagian dari wilayah Negara Kaisar Jepang yang nantinya diberi nama Chosen.

2) Korea Sesudah Perang Dunia Kedua

            Menjelang akhir Perang Dunia Kedua, pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet  memasuki Korea bagian Utara dalam rangka membebaskan Korea dari tangan Jepang. Masuknya Uni Soviet ke Korea sangat mengkhawatirkan Amerika Serikat, sehingga pada tanggal 10 Agustus 1945, Amerika Serikat menduduki Korea bagian Selatan. Kemudian Amerika Serikat membuat garis pembatas “Garis Lintang Utara 38 derajat” dengan alasan untuk tetap mempertahankan posisi Seoul dari pengaruh komunisme (dibawa oleh Uni Soviet) yang terasa semakin kuat di bagian utara Korea.

            Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, praktis Semenanjung Korea terbelah menjadi dua daerah pendudukan (daerah pengaruh). Korea bagian utara di duduki oleh Uni Soviet (Demokrasi Sosialis Komunis) dan Korea bagian selatan di duduki oleh Amerika Serikat (Demokrasi Liberal). Selanjutnya dalam usaha untuk membentuk satu Negara Korea, Amerika Serikat membawa masalah Semenanjung Korea ke dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kemudian pada tahun 1948, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengelurkan resolusi yang berisi:

a) Akan diadakan pemilihan umum nasional di Semenanjung Korea pada akhir tahun 1948 di bawah pengawasan komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

b) Pemilihan Umum tersebut diikuti seluruh kelompok social politik di seluruh Semenanjung Korea.

            Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut ditolak mentah-mentah oleh Uni Soviet. Sebagai reaksi penolakan tersebut, pada tanggal 15 Agustus 1948, Amerika Serikat mendirikan Negara Korea Selatan (Republic of Korea) dengan Sygnman Rhee sebagai pemimpinnya. Tindakan Amerika Serikat tersebut kemudian diimbangi oleh Uni Soviet dengan mendirikan Negara Korea Utara (Korea Democratic of People’s Republic) pada tanggal 15 September 1948 dengan Kim Il Sung sebagai pemimpinnya.

            Pada tanggal 25 Juni 1950, dengan dukungan Uni Soviet, tentara Korea Utara melakukan invasi ke Korea Selatan melewati “Garis Lintang Utara 38 derajat” bahkan berhasil menguasai ibukota Seoul (Korea Selatan) hingga Busan. Tindakan Korea Utara tersebut mendapat reaksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan membentuk pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terdiri dari 16 negara yang dipimpin oleh Jenderal Mac Arthur dari Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan di Semenanjung Korea yang terpecah akibat Perang Korea. Pada tanggal 15 September 1950, pasukan Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mendarat di Inchon, kemudian menyerbu  Korea Utara dan berhasil memukul mundur keluar dari “Garis Lintang Utara 38 derajat” bahkan berhasil menguasai ibukota Pyongyang (Korea Utara). Republik Rakyat Cina yang khawatir dengan Korea Utara, tidak menerima tindakan Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan alasan:

Ø  Penguasaan atas Pyongyang (ibukota Korea Utara) yang sangat mengancam atas keamanan Negara Republik Rakyat Cina.

Ø  Penguasaan atas Pyongyang adalah bukti bahwa Amerika Serikat berkeinginan menanamkan ideologinya di Semenanjung Korea.

Ø  Pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa lebih cenderung membantu kepentingan Amerika Serikat daripada mewujudkan kedamaian di Semenanjung Korea.

Atas dasar hal di atas, tentara Republik Rakyat Cina menerjunkan pasukannya dan menyerbu pasukan Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berhasil memukul mundur keluar dari “Garis  Lintang Utara 38 derajat” bahkan berhasil menguasai ibukota Seoul (Korea Selatan). Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak terima atas tindakan Republik Rakyat Cina tersebut. Setelah Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan konsolidasi, akhirnya pasukan Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 12 Maret 1951 berhasil menguasai ibukota Seoul kembali. Genjatan senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan dimulai, kesepakatan genjatan senjata akhirnya tercapai pada tanggal 27 Juli 1953 dengan menandatangani persetujuan Pan Munjom yang berisi: Semenanjung Korea tetap terbelah menjadi dua Negara “Korea Utara dan Korea Selatan dengan “Garis Lintang Utara 38 derajat”.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

History of the Korean War

(Source: Ali, Nur. Modules History Instructional Materials. Ponorogo: MGMPs.)

1) Korea before World War II

Before the First World War and Second World War, Korea was an independent state under the influence of China and Russia. But after Japan defeated China in the 1894-1895 war and also managed to beat Russia in the War of 1905, it opened an opportunity for Japan to control Korea. In 1907, Korea made protectorate Japan, Korea Last Emperor "Emperor Yi Hieung" derived from the throne by force, resulting in anti-Japanese uprising, but the Japanese managed to quell the uprising. In 1910, Korea was annexed by Japan and considered as part of the territory of the Emperor of Japan who will be named the Chosen.

2) Korea After the Second World War

Toward the end of the Second World War, on August 8, 1945, the Soviet Union entered North Korea in order to free up parts of Korea from the Japanese. The entry of the Soviet Union to the United States is very worrying Korea, so on August 10, 1945, the United States occupied the southern part of Korea. Then the United States made the line of demarcation "North Latitude 38 degrees" with the reasons for retaining the position of Seoul from the influence of communism (taken by the Soviet Union) which was the stronger in the northern part of Korea.

After the Second World War ended, practically divided the Korean peninsula into two occupation areas (area of ​​influence). Korea in the occupied northern part of the Soviet Union (Communist Socialist Democracy) and in occupied southern Korea by the United States (Democratic Liberal). Furthermore, in an attempt to establish a Korea, the United States brought the Korean Peninsula to the general assembly of the United Nations. Then in 1948, the United Nations issue the resolution contains:

a) Will the national elections held in the Korean Peninsula at the end of 1948 under the supervision of the United Nations commission.

b) The General Election followed by all social and political groups across the Korean Peninsula.

United Nations resolution was rejected outright by the Soviet Union. As a reaction to the refusal, on August 15, 1948, the United States established the South Korea (Republic of Korea) with Sygnman Rhee as its leader. U.S. action is then offset by the Soviet Union with the State of North Korea (Korea Democratic People's Republic of) on 15 September 1948 with Kim Il Sung as the leader.

On June 25, 1950, with the support of the Soviet Union, North Korean troops invaded South Korea through the "North Latitude 38 degrees" even managed to take control of the capital Seoul (South Korea) to Busan. The North Korean action gets a reaction from the United Nations to establish the United Nations forces consisting of 16 states led by General Mac Arthur of the United States. The goal is to achieve unity in the divided Korean peninsula due to the Korean War. On September 15, 1950, U.S. troops and UN landing at Inchon, then invade North Korea and successfully repulsed out of the "North Latitude 38 degrees" even managed to take control of the capital Pyongyang (North Korea). People's Republic of China which is concerned with North Korea, the United States does not accept the actions of the United Nations and, with reason:

 Control of Pyongyang (the capital of North Korea) that is threatening the security of the Republic of China.

 Control of Pyongyang is evidence that the United States wants to embed its ideology on the Korean Peninsula.

 United Nations troops are more likely to help U.S. interests rather than embodies peace on the Korean Peninsula.

On the basis of the above, the People's Republic of China army fielded forces and troops stormed the United States and the United Nations and successfully repulsed out of the "North Latitude 38 degrees" even managed to take control of the capital Seoul (South Korea). The United Nations does not accept the actions of the People's Republic of China. After the United States and the United Nations to consolidate, eventually U.S. forces and the United Nations on March 12, 1951 managed to return control of the capital Seoul. Armistice between North Korea and South Korea began, a ceasefire agreement was finally reached on July 27, 1953 signed an agreement with Pan Munjom which contains: Korean Peninsula remains divided into two countries "North Korea and South Korea with" North Latitude 38 degrees ".














.