Perang Teluk di Timur Tengah
(Sumber: Ali, Nur. Modul Bahan Ajar Sejarah. Ponorogo: MGMP.)
I) Perang Teluk Pertama (Perang Irak melawan Iran, pada tahun 1980-1988)
Dilatar belakangi oleh:
Ø Keinginan dari Irak untuk menguasai Shatt Al Arab, yaitu jalur perairan strategis yang memisahkan Irak- Iran menuju Teluk Persia dan sekaligus sebagai jalur ekspor minyak kedua Negara.
Ø Keinginan Irak dan Iran untuk menjadi penguasa di Teluk Persia.
Ø Pada tahun 1975, berdirilah Republik Islam Iran di bawah pimpinan Ayatullah Khomeini yang menganut Islam Syiah yang nantinya mendukung Islam Syiah di Irak yang memberontak terhadap pemerintahan Irak yang menganut Islam Sunni.
Ø Adanya khawatir terhadap Negara Barat terhadap keamanan jalur minyak mereka setelah terjadi revolusi Islam di Iran, sehingga Negara Barat mendukung Irak untuk menyerang Iran.
Perang Teluk Pertama di awali oleh serangan Iran pada tanggal 14 September 1980 ke wilayah Irak (Khanaqin, Muzayrin, Surbatiyah, dan Naft Khaneh). Irak membalasnya pada tanggal 22 September 1980, dengan Perang “Blitz Krieg” (Sekali gempur selesai). Dalam perang ini, Irak mengerahkan pasukannya secara besar-besaran dengan menghancurkan pusat persenjataan berat serta pelabuhan udara Mehrabad di Teheran, dan sekaligus menguasai pulau Tumb Besar dan pulau Tumb Kecil milik Iran. Memasuki bukan ke 31, Irak melabrak sumur iran di Normuz pada bulan April 1983 yang nantinya bukan hanya berakibat fatal bagi Irn tetapi menimpa Negara tetangganya di Teluk Persia. Proyek desalinisasi air di Negara Teluk Persia, mereka cemari dengan minyak yang meluap, jumlahnya mencapai 10 ribu barel per hari.
Perang Teluk Pertama membawa akibat sebagai berikut.
Ø Irak dan Iran mengalami kehancuran ekonomi
Ø Mulai timbul perpecahan di kalangan Negara Arab
Ø Pengaruh Negara Barat (Blok Barat) semakin kuat di kawasan Teluk Persia
Ø Irak tampil sebagai Negara terkuat setelah Israel
Ø Munculnya khawatir dari Negara Barat (Blok Barat) maupun Negara Arab terhadap kekuatan militer Irak.
II) Perang Teluk Kedua (Perang Irak-Kuwait, pada tahun 1990)
Perang Teluk Kedua adalah perang antar Irak melawan Kuwait yang kemudian berkembang menjadi perang Irak melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Perang Teluk Kedua dilatar belakangi oleh:
Ø Irak mengklaim daerah Kuwait sebagai salah satu provinsi atas dasar latar belakang sejarah Irak di masa lalu.
Ø Irak menuduh Kuwait telah mencuri minyak Irak di Rumailla dan menuduh Kuwait telah menjual minyaknya melebihi kuota yang telah disepakati Negara-negara OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries/ Organisasi Negara-Negara Ekspor Minyak Bumi)
Ø Ambisi Presiden Irak yakni Sadam Husesin untuk menjadi pemimpin bangsa Arab.
Perang Teluk Kedua diawali serbuan Irak ke Kuwait, pada tanggal 2 Agustus 1990 dalam waktu yang singkat Negara Kuwait jatuh ke tangan Irak. Putra mahkota Kuwait, Syeikh Saad Al Abdullah Sabah memohon bantuan Amerika Serikat untuk menghentikan invasi Irak tersebut. Atas permohonan Kuwait dan Arab Saudi, akhirnya Amerika Serikat mengirim pasukannya yang dipimpin Jenderal Norman Schwarzkopf. Pasukan tersebut dikenal dengna “Pasukan Multinasional” yaitu gabungan dari Negara Arab Saudi, Pakistan, Maroko, Inggris, Perancis, di bawah pimpinan Amerika Serikat. Operasinya disebut Operation Desert Shield (Operasi Perisai Gurun) yang nantinya mengakibatkan Irak meninggalkan Kuwait. Perang Teluk membawa akibat sebagai berikut:
Ø Peranan Amerika Serikat semakin dominan dalam bidang politik, ekonomi, maupun militer di Timur Tengah
Ø Amerika Serikat mendapat Pangkalan Militer di Dahran, Arab Saudi.
Ø Amerika Serikat juga mendapatkan Pangkalan Militer di Kuwait.
Ø Semakin kuat kedudukan Israel dalam bidang politik maupun militer setelah hancurnya kekuatan Irak.
Ø Negara Arab semakin terpecah belah antara yang pendukung Irak dan pendukung Kuwait.
Ø Keterlibatan Amerika Serikat memperjelas sikap munafik dalam politik luar negeri Amerika Serikat yang ikut campur terhadap masalah Timur Tengah.
Ø Mempercepat proses perdamianan Irak dan Iran yang sebelumnya tersendat.
Ø Konflik Teluk Persia yang membuka kembali mata dunia tentang pentingnya penyelesaian masalah Timur Tengah Khususnya Palestina.
IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):
The Gulf War in the Middle East
(Source: Ali, Nur. Modules History Instructional Materials. Ponorogo: MGMPs.)
I) First Gulf War (Iraq war against Iran, in 1980-1988)
Background by:
The desire of Iraqis to take control of the Shatt Al Arab, the strategic waterway that separates Iraqi-Iran and the Persian Gulf oil exports as well as track the two countries.
Iraq and Iran's desire to become the ruler of the Persian Gulf.
In 1975, the Islamic Republic of Iran stood under the leadership of Ayatollah Khomeini who later embraced Islam Shia Shia Islam in Iraq to support the Iraqi revolt against the government that adheres to Sunni Islam.
The worry about the safety of the West against their oil line after the Islamic revolution in Iran, so that Western countries to support Iraq to attack Iran.
First Gulf War at the start by Iranian attacks on 14 September 1980 into Iraqi territory (Khanaqin, Muzayrin, Surbatiyah, and Naft Khaneh). Iraq responded on September 22, 1980, with the War "Blitz Krieg" (Once gempur completed). In this war, Iraqi troops deployed on a large scale with heavy weaponry and destroying central Mehrabad airport in Tehran, and once mastered island Tumb Tumb Big and Small islands belong to Iran. Not entered into 31 wells confront Iran in Iraq in April 1983 Normuz that will not only be fatal to Irn but overwrite neighboring countries in the Persian Gulf. State water desalinization project in the Persian Gulf, polluting them with the oil spill, the number reached 10 thousand barrels per day.
The first Gulf War brought the following result.
Iraq and Iran suffered economic collapse
Start arise divisions among Arab Countries
Effect of the West (West Block) is getting stronger in the Persian Gulf region
Iraq emerged as the strongest state after Israel
The emergence of fear of the West (West Block) and the Arab States of the Iraqi military forces.
II) Second Gulf War (Iraq-Kuwait War, in 1990)
Second Gulf War was a war between Iraq against Kuwait which later evolved into the Iraq war against the United States and its allies. Second Gulf War background by:
Iraq claimed Kuwait as the region one of the provinces on the basis of the background history of Iraq in the past.
Iraq accused Kuwait of stealing Iraq's oil in Kuwait have accused Rumailla and sell oil exceeds the agreed quota Countries OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries / Organization of Petroleum Export Countries)
Ambition that Iraqi President Saddam Husesin to be the leader of the Arab nation.
Second Gulf War preceded the invasion of Iraq to Kuwait, on August 2, 1990 in a short time the State of Kuwait fall into Iraqi hands. Crown prince of Kuwait, Sheikh Saad Abdullah Al Sabah implore the United States to stop the invasion of Iraq. Upon the request of Kuwait and Saudi Arabia, the United States finally sent troops led by General Norman Schwarzkopf. The forces known dengna "Multinational Force" which is a combination of state of Saudi Arabia, Pakistan, Morocco, England, France, under the leadership of the United States. Operation called Operation Desert Shield (Operation Desert Shield) who will lead Iraq to leave Kuwait. Gulf War brought the following result:
United States increasingly dominant role in the political, economic, and military in the Middle East
U.S. gets military base in Dahran, Saudi Arabia.
The United States also get a military base in Kuwait.
The stronger the position of Israel in the political and military after the collapse of the Iraqi forces.
Arab country increasingly divided between the supporters of the Iraqi and Kuwaiti supporters.
clarify the involvement of U.S. hypocrisy in U.S. foreign policy is to intervene on the Middle East issue.
Accelerate the process perdamianan Iraq and Iran were previously faltered.
Persian Gulf Conflict reopen eyes of the world on the importance of solving the Middle East especially Palestine.