Perang Vietnam
(Sumber: Ali, Nur. Modul Bahan Ajar Sejarah. Ponorogo: MGMP.)
A) Vietnam Sebelum Perang Dunia Kedua
Sebelum Perang Dunia Kedua, Vietnam adalah jajahan Perancis sejak abad XVIII. Setelah Perang Dunia Kedua meletus, pada tahun 1940, militer Jepang berhasil mengalahkan Perancis dan sejak itu Vietnam menjadi jajahan militer Jepang. Kemudian untuk menentang imperalisme militer Jepang, pejuang kemerdekaan Vietnam yang terdiri dari golongan nasionalisme dan golongan komunisme bersatu membentuk wadah perjuangan yang disebut Viet Minh atau Liga Vietnam Merdeka pada tanggal 19 Mei 1941 di Chiangsi dengan pemimpinnya Ho Chi Minh.
Setelah Jepang menyerah pada Sekutu, pada tanggal 25 September 1945, Ho Chi Minh memproklamirkan kemerdekaan Vietnam dengan nama Republik Demokrasi Vietnam (Republic Democratic of Vietnam) dengan ibukota Hanoi. Negara ini hanya berkuasa di Vietnam bagian Utara, sedangkan golongan nasionalis berkuasa di Vietnam bagian Selatan.
2) Vietnam Sesudah Perang Dunia Kedua
Setelah Perang Dunia Kedua, Perancis dengan dukungan Inggris ingin menjajah kembali Vietnam. Untuk mencapai keinginannya, pada tahun 1949, Perancis melakukan politik memecah belah dengan cara mengangkat Kaisar Bao Dai sebagai penguasa Vietnam bagian Selatan dengan ibukota Saigon (sekarang: Kota Ho Chi Minh). Keinginan Perancis tersebut tentu saja mendapat tantangan yang hebat dari Viet Minh (Vietnam Komunisme). Dengan dukungan Republik Rakyat Cina dan Uni Soviet, Vietnam Utara menyerbu kedudukan Perancis di Vietnam Selatan. Tentara Perancis yang bertahan di Dieng Bien Phu berhasil dikalahkan. Seketika itu, Amerika Serikat dan Inggris ikut campur secara langsung. Kemudian atas prakarsa Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Republik Rakyat China, dan Uni Soviet dilaksanakan Perjanjian Jenewa pada tanggal 20 Juli 1954 yang nantinya menghasilkan beberapa keputusan di antaranya:
Ø Vietnam di bagi menjadi dua Negara dengan garis batas “Garis Lintang Utara 17 derajat”. Vietnam bagian Utara dikuasai oleh Republik Demokrasi Vietnam dipimpin oleh Presiden Ho Chi Minh dengan ibukota Hanoi, sedangkan Vietnam bagian Selatan dikuasai oleh Kerajaan Vietnam dipimpin oleh Kaisar Bao Dai dengan ibukota Saigon. Kaisar Bao Dai nantinya diganti oleh Presiden Ngho Dinh Diem dan Vietnam Selatan berubah menjadi Republik Vietnam)
Ø Vietnam segera diadakan pemilihan umum paling lambat bulan Juli 1956 untuk menyatukan Vietnam di bawah pengawasan Komisi Internasional.
Ho Chi Minh yang menginginkan Negara Vietnam bersatu menolak mentah-mentah hasil Perjanjian Jenewa. Untuk menghacnurkan Vietnam Selatan yang didukung penuh oleh Amerika Serikat, Ho Chi Minh membentuk Front Pembebasan Rakyat Vietnam (dikenal: Vietkong) untuk melakukan perang gerilya dan menyusup ke Vietnam Selatan.
Perang Vietnam yang berlangsung dua dekade (1956-1976) menelan korban jutaan manusia. Meskipun Amerika Serikat menerjunkan ratusan ribu tentaranya dengan persenjataan yang canggih melalui Filipina. Namun dengan perang gerilya yang dilakukan oleh Vietkong mengakibatkan tentara Amerika Serikat merasa frustasi. Perundingan damai mulai digagas, pada tanggal 31 Januari 1973, Amerika Serikat, Vietnam Utara, dan Vietnam Selatan menandatangani “The Paris Accords”, yang isinya di antaranya:
Ø Tentara Amerika Serikat ditarik dari Vietnam
Ø Dibentuk pasukan perdamaian internasional untuk menjaga genjatan senjata dan memelihara stabilitas dan keamanan di Vietnam. Indonesia mengirimkan Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang disebut “Pasukan Garuda Keempat” ke Vietnam dipimpin oleh Letjen HR. Dharsono.
Meskipun telah dilakukan genjatan senjata, namun Vietnam Utara belum puas dengan hasil “The Paris Accords”. Pada tanggal 18 April 1975, pasukan Vietnam Utara melakukan serangan besar ke Vietnam Selatan dan berhasil menguasai ibukota Vietnam Selatan yakni Saigon. Presden Vietnam Selatan, Duong Van Minh menyerah kepada Vietnam Utara. Kemudian pada tanggal 2 Juli 1976, diproklamirkan Republik Sosialis Vietnam (Republic Sosialis of Vietnam) yang meliputi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan dengna ibukota Hanoi. Untuk merayakan kemenangan Vietnam Utara tersebut, kota Saigon dirubah namanya menjadi Ho Chi Minh City.
IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):
Vietnam War
(Source: Ali, Nur. Modules History Instructional Materials. Ponorogo: MGMPs.)
A) Vietnam Before the Second World War
Before World War II, Vietnam was a French colony since the eighteenth century. After the Second World War broke out, in 1940, the Japanese army defeated the French and Vietnam since it became a military colony of Japan. Then to oppose the Japanese military imperialism, Vietnamese independence fighters from the group consisting of nationalism and class struggle communism united to form a container called the Viet Minh or Vietnamese Independence League on May 19, 1941 at Chiangsi with its leader Ho Chi Minh.
After Japan surrendered to the Allies, on 25 September 1945, Ho Chi Minh proclaimed the independence of the Democratic Republic of Vietnam as Vietnam (Democratic Republic of Vietnam) with the capital Hanoi. The only powerful country in northern Vietnam, while Vietnam nationalist groups in power in the South.
2) Vietnam After Second World War
After the Second World War, France with the support of the UK want to re-colonize Vietnam. To achieve his wish, in 1949, France conducted divisive politics by lifting the Emperor Bao Dai as the ruler of South Vietnam capital of Saigon (now: Ho Chi Minh City). The French desire certainly got a great challenge of the Viet Minh (Vietnamese Communism). With the support of the People's Republic of China and the Soviet Union, North Vietnam invaded South Vietnam in the French position. French soldiers who survive in Dieng Bien Phu was defeated. Instantly, the United States and Britain intervened directly. Then, on the initiative of the United States, Britain, France, the People's Republic of China, and the Soviet Union implemented the Geneva Agreement on July 20, 1954 that will result in several decisions including:
Vietnam was divided into two countries with border line "North Latitude 17 degrees". Northern Vietnam is controlled by the Democratic Republic of Vietnam led by President Ho Chi Minh in Hanoi capital, Vietnam while the southern part is controlled by the Kingdom of Vietnam headed by Emperor Bao Dai with a capital of Saigon. Emperor Bao Dai will be replaced by President Ngho Dinh Diem and South Vietnam changed to the Republic of Vietnam)
Vietnam immediately held elections by July 1956 to unify Vietnam under the supervision of the International Commission.
Ho Chi Minh Vietnam who want a united country flatly rejected results of the Geneva Agreement. To menghacnurkan South Vietnam supported by the United States, Ho Chi Minh City People's Liberation Front to form Vietnam (known: Vietcong) to conduct guerrilla warfare and infiltrate into South Vietnam.
Vietnam war that lasted two decades (1956-1976) cost the lives of millions of people. Although the United States deployed hundreds of thousands of troops with sophisticated weaponry through the Philippines. But the guerrilla war conducted by the United States Army Vietcong cause to feel frustrated. Initiated peace talks began, on January 31, 1973, United States, North Vietnam, and South Vietnam signed "The Paris Accords", the contents of which are:
U.S. troops withdrawn from Vietnam
Formed an international peacekeeping force to maintain a cease-fire and maintain stability and security in Vietnam. Indonesia sends peacekeepers of the United Nations called "Garuda Fourth Force" to Vietnam led by Lt. Gen. HR. Dharsono.
Although he has made a truce, but North Vietnam was not satisfied with the results of "The Paris Accords". On April 18, 1975, North Vietnamese forces conduct a major offensive into South Vietnam and successfully controlled the South Vietnamese capital Saigon. Presden South Vietnam, Duong Van Minh surrendered to the North Vietnamese. Then on July 2, 1976, proclaimed the Socialist Republic of Vietnam (Socialist Republic of Vietnam), which includes the North Vietnamese and South Vietnamese capital of Hanoi dengna. To celebrate the victory of the North Vietnamese, Saigon was renamed Ho Chi Minh City.