System Pernafasan dan Sirkulasi Saat di Alam Bebas/ Breathing and Circulation System Currently in Wilderness FOR GENERAL NATURE LOVERS


System Pernafasan dan Sirkulasi Saat di Alam Bebas

(sumber: buku Ganesha Pecinta Alam. Ponorogo: Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ponorogo.)

Tubuh manusia terdiri dari beberapa system diantaranya yang utama adalah system pernafasan dan system peredaran darah. Kedua system ini merupakan komponen utama untuk mempertahankan hidup seseorang. Terganggunya salah satu atau kedua fungsi ini dapat mengakibatkan ancaman kehilangan nyawa pada seseorang.

            Tubuh dapat menyimpan makanan untuk beberapa minggu dan menyimpan air untuk beberapa hari, tetapi hanya dapat menyimpan oksigen untuk beberapa menit saja! System pernafasan memasuk oksigen (O2) ke tubuh sesuai dengan kebutuhan dan juga mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Sistem sirkulasi inilah yang bertanggungjawab memberikan pasokan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Selain itu, system ini juga yang bertanggung jawab untuk membuang sisa makanan dari jaringan tubuh.

Komponen yang Berhubungan dengan Sirkulasi

1) Jantung

2) Pembuluh darah (arteri, vena dan kapiler)

3) Darah dan bagian-bagiannya

            Jantung berfungsi untuk memompa darah dan kerjanya berhubungan erat dengan system pernafasan. Makin cepat kerja jantung maka semakin cepat pula frekuensi pernapasan seseorang dan sebaliknya.

Jantung Dapat Berhenti Bekerja Karena Banyak Sebab

1) Penyakit jantung

2) Gangguan pernapasan

3) Syok

4) Komplikasi penyakit lain

Mati

            Salah satu keadaan manusia yang harus dikenali oleh penolong adalah mati, walaupun pada dasarnya keadaan ini merupakan keadaan terakhir yang ingin dihadapi oleh seorang penolong

            Dalam istilah kedokteran dikenal dua istilah untuk mati, Mati Klinis dan Mati biologis. Penderita dinyatakan mati klinis bila: penolong tidak menemukan adanya denyut nadi yang berarti system pernafasan dan system peredaran darah terhenti, dan penderita masih memiliki kesempatan selama 4-6 menit sebelum kerusakan otak terjadi, bila tidak ditangani kurang dari 4-6 menit maka akan terjadi mati biologis. Mati bilogis adalah berarti kematian sel, yaitu karena terganggunya pasokan oksigen dan zat makanan ke sel yang menyusun jaringan tersebut sehingga akhirnya sel akan mati dan jaringan tersebut akan terganggu. Pada manusia kematian biologis paling cepat terjadi pada sel otak, yaitu berkisar 8-10 menit setelah berhentinya jantung. Otak merupakan pusat pengatur seluruh tubuh manusia yang apabila rusak tentu akan berakibat pada organ atau bagain tubuh lainnya.

Hanya Dokter yang Berhak Menyatakan Seseorang Telah Meninggal

            Walaupun agak lama, ada beberapa tanda yang dapat menjadi pedoman sudah terjadinya kematian pada seseorang. Tanda-tanda ini dikenal sebagai tanda pasti mati.

a) Lebam mayat. Lebam mayat adalah terjadi akibat berkumpulnya darah yang sudah tidak beredar lagi di bagian tubuh yang paling rendah, sebagai akibat gaya tarik bumi. Keadaan ini terjadi selama 20-30 menit setelah kematian. Terlihat warna ungu kebiruan pada kulit.

b) Kaku mayat. Kaku mayat adalah kaku pada tubuh dan anggota gerak setelah meninggal. Biasanya terjadi antara 1-2 jam kemudian.

c) Pembusukan. Pembusukan adalah proses yang biasanya mulai timbul setelah sampai 12 jam setelah kematian. Ditandai dengan bau yang tidak enak dan jenazah telah membengkak.

d) Tanda lain: Cidera mematikan. Cidera yang dimaksudkan adalah cidera bentuknya sedemikian parah, sehingga dapat dipastikan penderita tersebut tidak mungkin bertahan hidup.

Bantuan hidup dasar

                Bantuan hidup dasar adalah merupakan beberapa cara sederhana yang dapat membantu mempertahankan hidup seseorang untuk sementara.

C) Airway Control (Penguasaan jalan nafas)

Beberapa cara yang dikenal dan dilakukan untuk membebaskan jalan nafas:

a) Angkat dagu- tekan dahi. Teknik ini dilakukan pada penderita yang tidak mengalami trauma pada kepala, leher maupun tulang belakang.

b) Perasat pendorong Rahan Bawah( Jaw Thust Maneuver). Teknik ini digunakan sebagai pengganti teknik tekan dahi angkat dagu. Perlu diingat teknik ini sangat sulit dilakukan tetapi merupakan teknik yang aman untuk membuka jalan nafas bagi penderita yang mengalami trauma pada tulang belakang.

Sumbatan Jalan Nafas

                Secara umum sumbatan jalan nafas terjadi baik pada jalan nafas bagian atas atau jalan nafas bagian bawah. Terjadi akibat benda asing (makanan, minuman, darah, dan lain-lain) atau dari struktur anatomis penderita (lidah, penyempitan saluran pernafasan, kerusakan jaringan dan sebagainya). Pada sumbatan total penderita akan sulit bernafas dan akhirnya akan kehilangan kesadaran. Penanganan bisa menggunakan teknik sapuan jari.

A) Breathing Support atau bantuan pernafasan

                Bila pernafasan seseorang terhenti maka penolong harus berupaya untuk memberikan bantuan pernafasan “kandungan oksigen di udara bebas kurang lebih 12%. Proses bernafas manusia hanya memanfaatkan sekitar 5% saja, yang berarti udara yang kita keluarkan masih mengandung sebanyak kira-kira 16% oksigen. Udara ini dapat memberikan kepada penderita yang mengalami henti nafas sampai pada sumber oksigen yang lebih tinggi kandungannya.”

Frekuensi Pemberian Nafas Bantuan

Ø  Dewasa: 10-12 x pernafasan/ menit, masing-masing 1,5-2 detik.

Ø  Anak-anak: 20 x pernafasan/ menit, masing-masing 1,1,5 detik.

Bahaya bagi penolong yang melakukan bantuan pernafasan dari mulut ke mulut:

1) Penyebaran penyakit

2) Kontaminasi Bahan Kimia

3) Muntahan Penderita

B) Cilculatory Support atau bantuan sirkulasi lebih dikenal dengan pijatan jantung luar dan menghentikan pendarahan besar.

                Tingkat paling penting pada bantuan sirkulasi adalah Pijatan Jantung Luar. Pijatan jantung luar dapat dilakukan mengingat sebagian besar jantung terletak di antara tulang dada dan tulang punggung, sehingga penekanan dari luar dapat menyebabkan terjadinya efek pompa pada jantung yang dinilai cukup untuk mengatur peredaran darah minimal pada keadaan mati klinis.

                Penekanan dilakukan pada garis tengah tulang dada dua jari di atas pertemuan lengkungan iga kiri dan iga kanan. Kedalaman penekanan disesuaikan dengan kelompok usia penderita.

B) Resusitasi Jantung Paru (RJP)

                Resusitasi Jantung Paru (RJP) harus dimulai segera mungkin. Tindakan ini merupakan gabungan dari ketiga komponen A, B, dan C.

                Pada orang dewasa dikenal 2 rasio yaitu 15 kali kompresi dada banding 2 kali tiup napas (15:2) per siklus, bila penolong hanya satu orang, dan 5:1 per siklus bula penolongnya 2 orang.

Sebelum melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) pada penderita penolong harus:

1) menentukan tidak adanya respon

2) Menentukan tidak adanya pernafasan

3) Menentukan tidak adanya denyut nadi

                Untuk menentukan penilaian respon, dilakukan dengan jalan memanggil atau menggoncangkan bahu penderita (hati-hati bila curiga ada cidera pada leher dan tulang belakang). Jika ada respon pada penderita dewasa segera minta bantuan pertolongan pertama lanjutkan pertolongan.

                Setelah membuka jalan nafas, tentukan fungsi pernapasan dengan teknik: lihat, dengar, dan rasakan selama 3-5 detik (dekatkan pipi dan telinga di depan hidung penderita, kemudian mata melihat gerakan dada penderita), jika perlu lakukan bantuan pernafasan.

Untuk menentukan ada tidaknya denyut nadi, harus dilakukan perabaan pada tempat nadi karostis.

Cara menemukan nadi karostis:

1) Letakkanlah 2 jari pada bagian jakun penderita

2) Geser jari Anda kea rah dada, berhentilah pada tekukan antara jakun dan otot leher.

3) Raba nadi antara 5-10 detik

                Jika denyut nadi karostis teraba, maka jangan lakukan pijatan jantung luar. Tetapi jika nadi karotis tidak teraba segera lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Ila penderita menunjukkan tanda-tanda pulih salah satu atau semua system, maka tindakan RJP (Resusitasi Jantung Paru) dihentikan atau hanya diarahkan ke system yang belum pulih saja. Biasanya yang paling lambat pulih adalah pernafasan spontan, maka hanya dilakuakn resusitasi Paru (nafas buatan) saja.

Catatan untuk Pelaksanaan RJP (Resusitasi Jantung Paru)

                RJP (Resusitasi Jantung Paru) yang baik bukan jaminan penderitanya akan selamat, tetapi pada hal yang dapat dipantau untuk menentukan keberhasilan tindakan maupun system pada penderita, diantaranya:

Ø  Saat melalukan pijatan jantung luar, suruh seseorang menilai nadi karostis, bila ada denyut nadi berarti tekanan kita cukup baik.

Ø  Gerakan dada terlihat naik turun dengan baik pada saat memberikan bantuan pernafasan

Ø  Reaksi pupul atau manic mata akan berangsur normal

Ø  Warna kulit penderita akan berangsur membaik

Ø  Penderita mungkin akan menunjukkan reflek menelan dan bergerak.

Ø  Nadi akan berdenyut kembali

Bebepra komplikasi yang dapat terjadi saat melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru):

Ø  Patah tulang dada dan tulang iga

Ø  Bocornya paru-paru (Pnmeumotoraks)

Pendarahan dalam paru-paru atau rongga dada (Hemotoraks)

a) Luka dan memar pada paru-paru

b) robekan pada hati

Tindakan RJP (Resusitasi Jantung Paru) dapat dihentikan apabila:

Ø  Penderita pulih kembali

Ø  Penolong kelelahan

Ø  Diambil alih oleh tenaga yang sama atau yang lebih terlatih

Ø  Jika ad anta pasti mati, tidak usah lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru)

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Breathing and Circulation System Currently in Wilderness

(Source: Nature Lovers Ganesha book. Ponorogo: Public High School 1 Ponorogo.)

The human body consists of a system of which the main one is the respiratory system and circulatory system. The second system is the main component to sustain one's life. Disruption of one or both of these functions can lead to the threat of loss of life to a person.

The body can store food for a few weeks and store water for several days, but can only save oxygen for a few minutes! Respiratory system memasuk oxygen (O2) to the body as needed and also give off carbon dioxide (CO2). The circulatory system is responsible for providing a supply of oxygen and nutrients to all body tissues. In addition, this system is also a responsibility to dispose of food waste from body tissue.

Components Associated with Circulating

1) Heart

2) Blood vessels (arteries, veins and capillaries)

3) Blood and its parts

The heart works to pump blood, and it works closely with the respiratory system. The faster the heart work then the sooner someone breathing frequency and vice versa.

Because the heart Can be Stopped Working For Many

1) Heart disease

2) Respiratory Disorders

3) Shock

4) complications of other diseases

Dead

One of the human condition that must be recognized by the helper is dead, although this situation is basically the last state who want to be faced by a helper

In medical terms there are two terms for the dead, Dead Dead Clinical and biological. Patients declared clinically dead when: rescuers did not find any significant pulse and respiratory system circulatory system stopped, and the patient still has a chance for 4-6 minutes before brain damage occurs, if not treated less than 4-6 minutes then it will be dead biological. Biological death is significant cell death, which is due to disruption of the supply of oxygen and nutrients to the cells that make up the network so that eventually the cell will die and the network will be disrupted. In humans the most rapid biological death occurs in brain cells, which ranges from 8-10 minutes after cardiac arrest. The brain is the control center of the human body which if broken would result in any part of an organ or other body.

Only Eligible Physicians Declare Someone Has Died

Although a bit long, there are some signs that can serve as guidelines has been the death of someone. Signs is known as a sure sign of death.

a) Bruises corpse. Bruises are caused by the gathering of bodies that have no blood circulating again in the lower part of the body, as a result of gravity. This situation occurs for 20-30 minutes after death. Visible bluish purple color to the skin.

b) Rigid body. Rigid body is rigid on body and limbs after death. It usually occurs between 1-2 hours later.

c) decay. Decay is a process that usually starts after up to 12 hours after death. Characterized by unpleasant odors and bodies have been swell.

d) Another sign: Injury deadly. Intended injury is so severe forms of injury, ensuring that the patient may not survive.

Basic life support

Basic life support are a few simple ways that can help sustain one's life for a while.

C) Airway Control (Mastery airway)

Several ways are known and done to free the airway:

a) Lift the chin-press forehead. This technique is performed in patients who did not experience trauma to the head, neck and spine.

b) Lower Rahan driving maneuver (Maneuver Thust Jaw). This technique is used instead of tap technique forehead lift chin. Keep in mind this technique is very difficult to do but it is a safe technique to open the airway for patients who suffered trauma to the spine.

Airway obstruction

In general, airway obstruction occurs in both the upper airway or lower airway. Caused by foreign objects (food, beverage, blood, etc.) or from the patient anatomical structures (tongue, airway constriction, tissue damage, and so on). In the patients with total blockage would be difficult to breathe and eventually lose consciousness. Handling can use a finger sweep technique.

A) Breathing Support or assisted respiration

When someone stops breathing then the helper should strive to provide assisted respiration "of oxygen content in the air less than 12%. The process of breathing humans only use about 5%, which means the air that we exhale still contain as much as approximately 16% oxygen. This air can provide to patients who have stopped breathing until the source of the higher oxygen abortion. "

Frequency Giving Breath Help

 Adult: 10-12 x respiratory / min, respectively 1.5-2 seconds.

 Children: 20 x respiratory / min, respectively 1,1,5 seconds.

Danger to the rescuers who assisted respiration from mouth to mouth:

1) The spread of disease

2) Chemical Contamination

3) Vomit Sufferers

B) Support or aid circulation Cilculatory better known as external cardiac massage and stop major bleeding.

The most important level in circulation is massage help Heart Affairs. External cardiac massage can be done because most of the heart lies between the sternum and spine, so the emphasis from the outside can cause effects on the heart pump which was considered sufficient to regulate blood circulation at least in the state of clinical death.

Emphasis is made on the midline sternum two fingers on the left and the meeting of the arch rib right rib. Depth emphasis tailored to the age group of patients.

B) Cardiac Pulmonary Resuscitation (CPR)

Cardiac Pulmonary Resuscitation (CPR) should be started as soon as possible. This action is a combination of three components A, B, and C.

In adults, known as 2 times the compression ratio of 15 to 2 times the inflatable chest breaths (15:2) per cycle, when rescuers only one person, and 5:1 per cycle bula salvation 2.

Before performing CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation) in patients with helper must:

1) determine the absence of a response

2) Determining the absence of respiratory

3) Determine the absence of a pulse

To determine the response assessment, done by calling or shake the patient's shoulder (be careful if there is suspicion of injury to the neck and spine). If there is a response in adult patients seek immediate first aid assistance continue.

After opening the airway, breathing techniques specify functions: see, hear, and feel for 3-5 seconds (hold your cheek and ear nose in front of people, then seeing eye movements the patient's chest), if you need to do assisted respiration.

To determine the presence or absence of a pulse, palpation should be performed on the spot pulse karostis.

How to find the pulse karostis:

1) Place the 2 fingers on the Adam's apple sufferers

2) Slide your finger towards the chest, stopping at the bend between the Adam's apple and neck muscles.

3) Feel the pulse between 5-10 seconds

If karostis palpable pulse, then do not do external cardiac massage. But if the carotid pulse was not palpable immediately do CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation). Ila patients showed signs of recovering any or all of the system, then the act of CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation) is stopped or directed only to systems that have not yet recovered. Usually the slowest to recover are breathing spontaneously, then just dilakuakn pulmonary resuscitation (artificial respiration) only.

Notes for Implementation of CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation)

CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation) is either not a guarantee of sufferers will survive, but the thing that can be monitored to determine the success of any action or system on patients, including:

 When put through external cardiac massage, have someone assess karostis pulse, if no pulse means our pressure pretty well.

 movement up and down the chest look good while providing respiratory assistance

 pupul reaction or manic eyes would gradually to normal

 skin color will gradually improve patient

 Patients may show reflex swallowing and moving.

 Nadi will throb again

Bebepra complications that can occur during CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation):

 Broken sternum and ribs

 Leaking lungs (Pnmeumotoraks)

Bleeding in the lungs or chest cavity (hemotoraks)

a) injury and bruising on the lungs

b) tear in the liver

Action CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation) can be terminated if:

 Patients recover

 fatigue Helper

 Taken over by the same power or more highly trained

 If you are dead sure, do not do CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation)














.