Membaca Novel di dalam bahasa Indonesia/ Reading the Novel in the Indonesian FOR SENIOR HIGH SCHOOL INDONESIAN



Membaca Novel di dalam bahasa Indonesia

(Sumber: Suharto.2005. Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Surakarta: Widya Duta Grafika.)

Novel adalah prosa rekaan panjang yang menyuguhkan tokoh, serangkaian peristiwa, dan latar yang tersusun rapi. Kisahnya berisi pergolakan jiwa dan fisik pelaku sehingga mengalami perubahan nasib. Alur yang digunakan dapat berupa alur longgar, ganda, dan degresi karena mengisahkan berbagai pelaku dan peristiwa. Menceritakan kembali isi novel sama artinya dengan menceritakan synopsis novel secara lisan. Pelaksanaan sebagai berikut.

1) Memakai bahasa dengan kalimat yang baik dan benar.

2) Menggunakan intonasi yang benar dan tepat.

3) Menyampaikan dengan kalimat sendiri.

4) Menghindari kalimat yang ada dalam buku atau novel.

5) Isinya menyebutkan juga: judul novel, nama pengarang, jumlah halaman, nama pelaku, dan isi secara singkat.

6) Menggunakan peragaan yang baik sesuai dengan isi novel.

7) Menggunakan alat bantu jika perlu.

8) Membuat synopsis novel terlebih dahulu, baru Anda bercerita.

Analisis Novel

Membaca dan Membahas Novel Indonesia yang Telah Mendapatkan Penghargaan

Contoh Karya Sastra yang Mendapatkan Penghargaan

1) Muchtar Lubis

Ø  Jalan Tak Ada Ujung, mendapatkan penghargaan sastra BMKN 1952.

Ø  Perempuan, mendapatkan penghargaa sastra BMKN 1955-1956.

Ø  Harimau! Harimau, mendapatkan penghargaan dari Yayasan Buku Utama tahun 1975.

Ø  Senja di Jakarta dan Jalan Tak Ada Ujung, mendapatkan penghargaan dari Magsaysay dan hadiah pena emas dari World Federation of Editor and Publisher.

2) Subagyo Sastrowardoyo

Daerah Perbatasan, mendapatkan penghargaan Anugerah Seni dari Pemerintahan Republik Indonesia tahun 1970.

3) Ramadhan K. H.

Ø  Royan Revolusi, mendapat penghargaan hadiah IKAPI Unesco tahun 1968.

Ø  Kemelut Hidup.

Ø  Mendapatkan penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta tahun 1975.

Ø  Keluarga Permana, mendapatkan penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta tahun 1976.

4) Wildan Yatim

            Pergolakan, mendapatkan penghargaan dari Sayembara Roman Panitia Tahun Buku Internasional pada tahun 1972 Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tahun 1974 dan dari Yayasan Buku Utama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

5) Y. B. Mangunwijaya

            Burung-Burung Manyar, mendapatkan penghargaan dari South East Asia Write Award Thailand tahun 1984.

6) Motinggo Boesye

            Malam Jahanam, mendapatkan penghargaan sebagai pemenang Pertama dan hadiah sastra tahun 1959 dari Bagian Kesenian Kementrian PP dan K.

Analisis Unsur Intrinsik Novel

            Pada saat Anda membaca novel, Anda sampai pada pemahaman unsure instrinsik (dalam) dan ekstrinsik (luar). Unsure intrinsic adalah unsure rohani yang harus diangkat dari karya sastra itu. Unsure ini merupakan sesuatu yang ada di dalam karya sastra, baik tersurat maupun tersirat. Adapub unsure ekstrinsik adalah segala sesuatu yang ada di luar karya sastra yang memengaruhi karya sastra tersebut, misalnya: keadaan social, budaya, ekonomi, politik, ideology, pendidikan, dan sebagainya. Berikut ini unsure intrinsic pada cerita pendek/ cerpen, novel, roman, dongeng, hikayat, dan sejenisnya.

1) Tema

            Tema adalah sesuatu yang menjadi pokok persoalan dalam karya sastra, dapat diambil berbagai kehidupan nyata maupun khayal, yang terjadi pada diri sendiri maupun orang lain. Tema sebagai dasar cerita yang mendominasi jalan cerita. Tema di sini sebagai titik tolak pengarang dalam membuat karya sastra yang sekaligus sebagai permasalahan yang hendak dipecahkan. Bentuknya dapat tersurat atau tersirat di dalamnya. Jenis lain dari tema ini adalah tema mayor (besar, pokok) atau minor (kecil, bagian, atau bawahan).

            Apabila Anda memandang sebuah pohon, tentulah Anda akan melihat pokok pohon dari bawah sampai atas dan dahan atau ranting. Pokok pohon itu yang menjadi tema jika dalam sastra, sedangkan dahan dan ranting adalah pikiran komplemen. Daripada tentu ada juga bagian yang besar (mayor) dan kecil (minor). Itulah gambarannya.

2) Alur, plot, trap

            Setiap orang mempunyai jalan hidup. Jalan hidup mereka ada yang lengkap dari lahir sampai mati dan ada pula yang tidak. Jalan hidup dalam sastra disamakan dengan plot.

            Jadi, plot adalah jalan cerita dari awal sampai akhir yang terdiri atas rangkaian peristiwa yang sambung menyambung menurut sebab akibat. Rangkaian peristiwa ini terjalin secara terpadu dan bulat. Bagian-bagian sebagai berikut:

Ø  Pemaparan, pendahulouan, perkenalan, eksposisi adalah bagian cerita tempat pengarang memulai sesuatu untuk memperkenalkan pelaku, setting atau latar, dialog atau peristiwa tertentu untuk membuka jalan suatu cerita.

Ø  Konflik pertama, penggawatan adalah bagian cerita yang menunjukkan para pelaku mulai merasakan timbul konflik pertama. Konflik dapat intern atau ekstern.

Ø  Penanjakan laku atau ruwet adalah bagian cerita yang menunjukkan konflik semakin bertampah kompleks dan menuju ke puncak konflik.

Ø  Puncak atau klimaks adalah bagian cerita yang menunjukkan semua permasalahan mengalami puncak. Semua konflik terbuka dan menjadi paling besar.

Ø  Peleraian adalah bagian cerita yang menunjukkan ada bagian permasalahan yang telah mulai menunjukkan adanya penyelesaian dan berkurang intensitas.

Ø  Penutup, penyelesaian adalah bagian cerita yang menunjukkn bahwa semua konflik selesai.

Urutan bagian plot tersebut sering tidak diikuti oleh pengarang sastra modern. Sebaliknya, pengarang sastra lama atau tradisional biasanya mematuhi bagian plot tersebut. Para sastra lama membuat novel dengan menggunakan teknik padahan (foreshadowing), yaitu pembayangan peristiwa yang akan terjadi berdasarkan peristiwa yang lalu. Secara kualitatif dikenal adanya plot erat dan plot longgar. Secara kuantitatif dikenal adanya plot tunggal dan ganda. Adapun secara kronologis, dikenal adanya plot berbentuk maju, lurus, progresif, tetapi ada pula yang mundur, tidak lurus, regresif, sorot balik atau flash back.

3. Penokohan, perwatakan, karakteristik

            Perwatakan atau karakteristik atau penokohan adalah cara pengarang menjelaskan atau melukiskan watak tokoh dalam cerita. Pelukisan dapat dengan melihat hal-hal yang lahir maupun batin. Adapub jenis penokohan sebagai berikut.

Ø  Analitik, cara langsung: pengarang melukiskan atau menyebutkan watak tokohnya secara langsung, tersurat, dan terbaca dalam karya tersebut. Pengarang langsung menguraikan sendiri watak para pelaku.

Ø  Dramatic, tidak langsung: pengarang melukiskan watak pelaku dalam cerita melalui cara tersamar dengan melukiskan keadaan lingkungan, keadaan tubuh, keadaan batin, tingkah laku, dialog, keadaan tempat tinggal, kamar, dan sebagainya.

Ø  Campuran: pengarang melukiskan watak pelaku dengan menggunakan gabungan dua cara di atas.

4) Latar, setting

            Latar atau setting adah tempat, waktu, suasana, keadaan terjadinya cerita dalam karya tersebut.

5) Tegangan dan padahan

            Istilah lainnya “suspens dan foreshadowing”. Tegangan adalah bagian cerita yang menunjukkan bahwa pembaca tertarik untuk segera mengetahui kelanjutan cerita. Bagian ini mampu menimbulkan tanda tanya yang segera ingin diketahui jawabannya. Adapun padahan adalah bagian cerita yang memberikan gambaran mengenai sesuatu yang akan terjadi.

6) Suasana, mood

            Suasana atau mood adalah bagian cerita yang menunjukkan perasaan, keadaan, tanggapan tokoh terhadap sesuatu yang dialami.

7) Pusat kisahan, point of view

            “Point of view” berarti cara pengarang mengarang atau gaya pengarang. Pengarang dapat bergaya sebagai orang pertama, sebagai pelaku utama (gaya aku), dapat sebagai pelaku yang ikut menjadi pelaku utama. Artinya, cerita ini untuk pelaku utama, tetapi pengarang terlibat di dalamnya. Gaya yang lain adalah gaya pengarang sebagai pengamat biasa, gaya orang ketiga biasa, gaya dia dan pengarang sebagai pengamat serba tahu, dan serba hadir.

8) Gaya bahasa

            Gaya bahasa adalah kekuatan bahasa yang digunakan pengarang sehingga daya tertentu dalam perasaa pembaca.

9) Amanat, nilai, kesan, pesan, message

            Amanat adalah sesuatu yang dapat diambil dan berguna dari karya sastra tersebut.

Unsur Ekstrinsik

            Unsure ekstrinsik adalah sesuatu dari luar, dari kehidupan nyata yang berkaitan dengan adat istiadat, agama, politik, ekonomi, social, budaya, pendidikan, ideology yang dijadikan latar belakang dalam sebuah karya sastra. Unsure ekstrinsik adalah unsure di luar sastra yang mendukung terciptanya sebuah karya sastra.

            Seorang pengarang dan pembaca akan baik jika mempunyai pengetahuan luas dalam unsure ekstrinsik. Unsure ekstrinsik tidak dilukiskan secara objektif karena sastra bukan karya ilmiah, melainkan dilukiskan secara kreatif, tetapi mampu memberikan nuansa bahwa bagain luar sastra mampu menerobos masuk ke dalam sastra.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Reading the Novel in the Indonesian

(Source: Suharto.2005. Competent Speak Indonesian and compose literature. Surakarta: Widya Duta Graphic.)

The novel is a long fictional prose that presents a character, a series of events, and a neat background. The story contains the soul and physical upheaval that changed the fate of the perpetrator. Flow used may be loose groove, double, and degresi because narrate various actors and events. Novel retelling the content is tantamount to telling synopsis novel orally. Implementation as follows.

1) Using the language of good and correct sentences.

2) Using the correct intonation and right.

3) Delivering the sentence itself.

4) Avoid sentences in books or novels.

5) It contained a mention too: the title of the novel, the author's name, page number, the name of the perpetrator, and the contents briefly.

6) Using a good demonstration in accordance with the contents of the novel.

7) Using the tools if necessary.

8) Creating novel synopsis first, you told me.

Novel Analysis

Reading and Discussing Indonesian Novels Have to Get Award

Examples of Literary Awards are Getting

1) Mochtar Lubis

 road with no end, BMKN literary award in 1952.

 Women, get BMKN literature AWARDS 1955-1956.

 Tiger! Tigers, received an award from Main Book Foundation in 1975.

 Twilight in Jakarta and a road with no end, Magsaysay award and prize pen of gold from the World Federation of Editor and Publisher.

2) Subagyo Sastrowardoyo

Border area, awarded Arts Award from the Government of the Republic of Indonesia in 1970.

3) Ramadan K. H.

 Royan Revolution, was awarded the 1968 UNESCO prize IKAPI.

 Life Crisis.

 Getting an award from the Jakarta Arts Council in 1975.

 Family Permana, received an award from the Jakarta Arts Council in 1976.

4) Wildfire Orphans

Upheaval, received an award from Roman Contest International Committee for Fiscal Year 1972 Special Capital Region of Jakarta Raya in 1974 and from the Main Book Foundation Ministry of Education and Culture.

5) Y. B. Mangunwijaya

Birds Manyar, received an award from South East Asia Write Award Thailand 1984.

6) Motinggo Boesye

Hell Night, was awarded as the winner of the literary prize first and Arts Section 1959 of the Ministries and K.

Analysis of Novel Intrinsic Elements

By the time you read the novel, you come to understand the elements of the intrinsic (deep) and extrinsic (outside). Intrinsic element is a spiritual element to be removed from the literary work. This element is something that is in literature, either express or implied. Adapub extrinsic elements are all things that exist outside the literary works that influenced the literature, for example: social circumstances, culture, economy, politics, ideology, education, and so on. The following short story elements intrinsic / short stories, novels, romance, myth, saga, and the like.

1) Themes

Theme is something that the subject matter in literature, can be taken various real or imaginary life, which happens to themselves and others. Themes as the basis for the story that dominates the storyline. Theme here as a starting point the author in making literary works as well as the problems to be solved. The form can be express or implied. Other types of this theme is the major theme (big, principal) or minor (small, part, or subordinate).

If you look at a tree, you will surely see the principal tree from the bottom up and the branches or twigs. Stump if it is a theme in literature, while the branches and twigs are thought of complement. Instead of course there is also a large part (major) and minor (minor). That's the picture.

2) Plot, plot, trap

Every person has a way of life. Their way of life there is a complete from birth to death and some are not. Way of life in literature is equated with the plot.

So, the plot is the story from beginning to end which consists of a series of events that connect according to a causal connection. The series of events are woven in an integrated and rounded. The following sections:

 Exposure, pendahulouan, introduction, exposition is the author of the story where things start to introduce the actors, the setting or background, the dialogue or event to open the way of a story.

 The first conflict, penggawatan is part of the story that shows the actors began to feel the first conflict arises. Conflict can be internal or external.

 Penanjakan or complex behavior is part of a story that shows the conflict bertampah increasingly complex and headed to the height of the conflict.

 peak or climax is part of the story that shows all the problems experienced peak. All open conflict and become the greatest.

 denouement is part of the story there is a section that shows the problems that have started to show the existence of the settlement and reduced intensity.

 Closing, settlement is part of a story that signify that all conflict is finished.

The order is part of the plot is often not followed by authors of modern literature. Instead, the author of the old or traditional literature usually comply with the plot section. The old literature by making novel use padahan techniques (foreshadowing), which is shadowing the events that will occur based on past events. Qualitatively known a tight plot and a plot loosely. Quantitatively known presence of single and double plots. The chronologically, known the plot was a forward, straight, progressive, but some are backwards, not straight, regressive, flashback or flash back.

3. Character, disposition, characteristics

Disposition or characteristics or characterizations is the way the author explain or describe the nature of the characters in the story. Portrayal can see things physically and spiritually. Adapub types of characterizations as follows.

 Analytical, direct way: the author describes the character or characters mentioned directly, explicitly, and read in the paper. Author outlines his own direct character actors.

 Dramatic, indirect: the author describes the character of the actors in the story through subtle way to describe the state of the environment, the state of the body, a state of mind, behavior, dialogue, state of residence, rooms, and so on.

 Mixed: the author describes the character of the perpetrator by using a combination of the above two ways.

4) Background, setting

Background or setting adah place, time, mood, state of the story in the works.

5) Voltage and padahan

Other terms "suspense and foreshadowing". Voltage is part of a story that shows that the interested reader to quickly determine the continuation of the story. This section raises a question mark that is able to immediately want to know the answer. The padahan is part of the story that gives an idea of ​​something that would happen.

6) Atmosphere, mood

Atmosphere or mood is part of the story that shows a feeling, a state, a response to something experienced leaders.

7) Bus narrative, point of view

"Point of view" means the manner or style of writing author authors. Author can be styled as the first, as the main perpetrators (style I), as an actor who can come to be the main perpetrators. That is, the story of the main perpetrator, but the authors are involved in it. Another style is the style of the author as a casual observer, usual third person style, her style and the author as omniscient observer, and all-present.

8) style language

Style of language is the language that used the power of the author to the reader certain feeling home.

9) Mandate, value, image, message, message

Mandate is something that can be taken and useful from the literature.

Extrinsic elements

Extrinsic elements is something from the outside, from real life relating to customs, religious, political, economic, social, cultural, educational, ideological background which is used in a literary work. Extrinsic elements are elements outside of literature that supports the creation of a literary work.

An author and the reader will be better if you have extensive knowledge in the extrinsic elements. Extrinsic elements are not described objectively as literature instead of scientific papers, but creatively painted, but was able to give the feel that any part of the outside of literature capable of breaking into the literature.














.