Menulis Puisi Balada di dalam Bahasa Indonesia/ Ballad Poetry writing in the Indonesian FOR SENIOR HIGH SCHOOL INDONESIAN


Menulis Puisi Balada di dalam Bahasa Indonesia

(Sumber: Suharto.2005. Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Surakarta: Widya Duta Grafika.)

Berdasarkan isinya, puisi dikelompokkkan menjadi epic, lirik, dan dramatic. Lirik adalah puisi yang ditulis berdasarkan perasaan subyektif penyair, sedangkan puisi dramatic adalah puisi yang pantas di pentaskan. Khusus puisi balada dapat tergolong epic dan juga lirik. Hal ini dikarenakan balada berisi kisah atau cerita yang juga dipengaruhi oleh perasaan penyair. Perhatikan contoh berikut!

Nyanyian Suto untuk Fatima

Dua puluh matahari

Bangkit dari pundakmu.

Tubuhmu menguapkan bau tanah

Dan menyalah sukmaku.

Langit bagai kain teteron yang biru

Terbentang

Berkilat dan berkilauan

Menantang jendela kalbu yang berduka cita.

Rohku dan rohmu.

Bagaikan proton dan electron

Bergolak

Bergolak

Di bawah dua puluh matahari

Dua puluh matahari

Membakar duka citaku.

(Blues Untuk Bonie- Rendra)


            Puisi di atas mengisahkan bagaimana pertemuan Suto dengan Fatima di suatu hari. Hari itu panas terik. Tubuh Fatimah berkeringat dan mengeluarkan bau tanah yang menyalakan sukma Suto. Di suatu tempat itu keduanya terbakar hati dan duka citanya.

Menulis Puisi Naratif

            Seseorang yang akan membuat karangan tentu sudah mempunyai sesuatu yang ingin disampaikan, yaitu tema atau pokok masalah. Demikian pula dalam membuat puisi. Walaupun berbeda dengan membuat karya sastra yang lain, tetapi prinsipnya sama. Perbedaannya terletak pada membuat puisi harus ingat sifat khas puisi yang intensif (memadat) dan konsetris (memusat). Artinya, pengarang puisi hanya menuliskan kata-kata yang merupakan hal yang penting saja. Caranya sebagai berikut:

Ø  Menentukan sesuatu yang ingin dituliskan (tema).

Ø  Membuatnya ke dalam susunan kata yang memusat dan memadat.

Ø  Kata-kata yang tidak mendukun dihilangkan.

Ø  Boleh meninggalkan aturan ejaan dan tanda bahasa.

Ø  Memerhatikan bunyi bahasa dan bentuk (tipografi) puisi.

Ø  Menyusun kata-kata dan kalimatnya secara indah da tetap memerhatikan ketepatan makna.

Ø  Memilih kata, frasa, klausa, dan kalimat yang benar-benar paling cocok sehingga mendukung makna.

Ø  Memilih kata yang mendukung sifat imajinasi dan mampu menggerak emosi pembaca.

Ø  Menyatakan tema secara tersirat dalam makna kias, lambang, atau gabungan keduanya.

Ø  Imajinasi sampai membuat kata-kata yang abstrak dapat menjadi konkret, yaitu dengan menggunakan kata bermakna kias, lambang, dan pigura ahasa seperti metafora, metonimia, personifikasi, dan sebagainya.

Ø  Memerhatikan pemilihan rima dan irama karena dapat menimbulkan nada dan suasana yang lebih baik.

Langkah-langkah membuat puisi, yaitu:

Ø  Menentukan tema atau topic

Ø  Menentukan unsure puisi secara lengkap

Ø  Membuat konsep puisi (synopsis puisi)

Ø  Menuangkan ke bait puisi sebagai konsep pertama

Ø  Mengoreksi dan membandingkan dengan puisi yang ada.

Pengoreksian mencangkup unsure yang membangun puisi, antara lain:

Ø  Struktur fisik atau metode puisi, termasuk di dalamnya: diksi, majas, tipografi, imajinasi, rima, kata konkret, dan ritme.

Ø  Struktur batin atau hakikat puisi, meliputi: tema, nada, perasaan, amanat, tematik, dan semantic.

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Ballad Poetry writing in the Indonesian

(Source: Suharto.2005. Competent Speak Indonesian and compose literature. Surakarta: Widya Duta Graphic.)

Based on its content, poetry dikelompokkkan be epic, lyric, and dramatic. Lyrics are poems written by poets subjective feeling, while dramatic poetry is poetry in pentaskan appropriate. Special poem can be considered epic ballads and lyrics. This is because the ballad contains a story or a story that is also influenced by the feelings of the poet. Consider the following example!

Suto hymn to Fatima

Twenty-sun

Rise from your shoulders.

Your body odor soil evaporative

And abuse of my soul.

Like sky blue fabric teteron

Lie

Shiny and glittering

Challenging window grieving heart.

My soul and spirit.

Like protons and electrons

Turbulent

Turbulent

Under twenty-sun

Twenty-sun

Burning grief want to be.

(Blues For Bonie-Renda)


The above poem tells how Suto meeting with Fatima in one day. The day was sweltering. Fatimah sweating and body odor issue Suto soul turning soil. Somewhere it was both heart burn and grief.

Poetry Writing Narrative

Someone who will make the arrangements would have to have something to say, the theme or subject matter. Similarly in a poem. Although different from making other literary works, but the principle is the same. The difference lies in making poetry should remember the nature of typical intensive poetry (solidified) and konsetris (centered). That is, the only poet to write the words that are important only. Do the following:

 Determine something you want to write (theme).

 Make it to the wording centered and compact.

 The words are not mendukun eliminated.

 It may leave the rules of spelling and sign language.

 Observe the sounds of language and forms (typography) poetry.

 Develop the words and sentences are beautiful da keep watching the precision of meaning.

 Choosing words, phrases, clauses, and sentences that really are best suited to support meaning.

 Choosing the supporting nature of imagination and capable of moving the reader's emotions.

 Declare theme implied in the figurative sense, a symbol, or a combination of both.

 imagination to create abstract words can be concrete, ie using metaphors word, symbol, and frame ahasa as metaphor, metonymy, personification, and so on.

 Observe election rhyme and rhythm as it can lead tone and a better atmosphere.

Steps to make poetry, namely:

 Determine a theme or topic

 Determine the elements of poetry in full

 Making the concept of poetry (poetry synopsis)

 Pouring a poem to the first draft

 Correcting and compare with existing poetry.

Proofreading covers elements that build poems, among others:

 The physical structure or method of poetry, including: diction, figure of speech, typography, imagination, rhyme, concrete words, and rhythm.

 inner structure or nature of poetry, including: theme, tone, feeling, mandate, thematic, and semantic.














.