Syok di Alam bebas
(sumber: buku Ganesha Pecinta Alam. Ponorogo: Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ponorogo.)
Syok terjadi bila system peredaran darah (sirklasi) gagal mengirimkan darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisike organ vital (terutama otak, jantung, dan paru-paru), dengan kata lain terjadi hipoperfusi.
Penyebab Syok
Syok terjadi akibat kegagalan salah satu atau beberapa komponen utama sirkulasi baik jantung, pembuluh darah atau darah itu sendiri.
1) Kegagalan jantung memompa darah. Contohnya adalah pada kasus gagal jantung, atau serangan jantung. Jantung sebagai pemompa tidak mampu memasok darah sesuai kebutuhan.
2) Kehilangan darah dalam jumlah besar.
3) Pelebaran (dilatasi) pembuluh darah yang luas, sehingga darah tidak dapat mengisinya dengan baik.
Gejala dan tanda syok
1) Nadi cepat dan lemah. Akibat kekurangan pasokan darah maka respon system sirkulasi yang pertama adalah meningkatnya kecepatan pemompaan oleh jantung, untuk mempertahankan perfusi jaringan, yang dapat diwujudkan dengan meningkatkan frekuensi tadi. Pada syok nadi berdenyut lebih dari 100 kali per menit.
2) Nafas cepat dan dangkal. Keadaan hipoperfusi pada alat tubuh menyebabkan alat tubuh ini mengirimkan berita ke otak bahwa oksigen berkurang.
3) Kulit pucat, dingin, dan lembab. Tubuh manusia memiliki system pertahan sendiri. Dalam keadaan darurat darah akan dialirkan ke organ penting seperti jantung, otak, dan lainnya. Ini berdampak pada suhu dan warna kulit, yang akan menjadi dingin dan pucat.
4) Wajah. Mengingat wajah terdiri dari kulit, maka mengalami hal yang sama dengan kulit yang lain.
5) Mata. Otak merupakan alat tubuh yang paling cepat terpengaruh keadaan hipoperfusi. Mata yang dikatakan sebagai jendela dari otak, mungkin akan menunjukkan pandangan hampa dan manic mata melebar.
6) Perubahan keadaan mental. Otak manusia sangat sensitive pada penurunan pasokan oksigen. Bila jumlah oksigen berkurang walau sedikit sudah dapat terjadi perubahan mental seperti gelisah, anksietas, ingin berkelahi.
Penanganan syok
1) Bawa penderita ke tempat teduh dan aman
2) Tidurkan terlentang tungkai tinggikan 20-30 cm bila tidak ada kecurigaan patah tulang.
3) Cegah kehilangan panas tubuh dengan memberi selimut penutup.
4) Tenangkan penderita.
5) Pastikan jalan nafas dengan pernafasan baik
6) Kontrol pendarahan dan rawat cidera lainnya bila ada.
7) Bila ada berikan oksigen sesuai dengan protocol.
8) Jangan beri makan dan minum
9) Periksa berkala tanda vital
10) Rujuk ke fasilitas kesehatan.
IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):
Shock in the Wilderness
(Source: Nature Lovers Ganesha book. Ponorogo: Public High School 1 Ponorogo.)
Shock occurs when the circulatory system (sirklasi) failed to deliver oxygenated blood and vital organs nutrisike materials (especially the brain, heart, and lungs), in other words hypoperfusion.
Causes of Shock
Shock caused by the failure of one or a few major components good circulation of the heart, blood vessels or blood itself.
1) Failure of the heart to pump blood. An example is the case of heart failure, or heart attack. As the heart pumps blood is not able to supply as needed.
2) Loss of large amounts of blood.
3) widening (dilation) of blood vessels wider, so blood can not fill it properly.
Symptoms and signs of shock
1) Rapid pulse and weak. Due to lack of blood supply then the response of the first circulation system is increasing the speed of pumping by the heart, to maintain tissue perfusion, which can be realized by increasing the frequency of earlier. In shock pulse beat more than 100 times per minute.
2) rapid and shallow breathing. State of the organ hypoperfusion causes this organ sends message to the brain that the oxygen is reduced.
3) Skin pale, cold, and damp. The human body has its own defense system. In an emergency blood will flow to vital organs such as the heart, brain, and others. This affects the temperature and color of the skin, which would be cool and pale.
4) face. Given the face consists of the skin, then through the same thing with a different skin.
5) Eye. The brain is the organ most affected by the state of hypoperfusion fast. The eyes are said to be the windows of the brain, may show a hollow and manic eyes widened.
6) Changes in mental state. The human brain is very sensitive to a reduction in oxygen supply. When the amount of oxygen can be reduced though few had mental changes such as anxiety, anksietas, looking for a fight.
Handling shock
1) Bring people into the shade and secure
2) Put your legs elevate supine 20-30 cm when there is no suspicion of a fracture.
3) Prevent loss of body heat by giving a blanket cover.
4) Reassure the patient.
5) Make sure the airway with either respiratory
6) Control of bleeding and other injuries when a patient there.
7) If there is give oxygen according to protocol.
8) Do not give food and drink
9) Check the vital signs periodically
10) Refer to a health facility.