Bimbingan pada dasarnya merupakan upaya pembimbing untuk membantu mengoptimalkan individu. Donald G. Mortesen dan Alan M. schmuller (1976) menyatakan: Guidance may be defined as that part of the total educational program that helps provide the personal opportunities and specialized staff services by which each individual can develop to the fullest of his abilities and capacities in term of the democratic idea.
Jadi menurut mereka, bimbingan bias didefinisikan sebagai bagian dari keseluruhan program pendidikan yang membantu menyediakan kesempatan individu dan staf pelayanan khusus dimana setiap individu bias mengembangkan keseluruhan kemampuan dan kapasitas mereka .
Jadi dengan adanya bimbingan ini, individu memiliki kemerdekaan dan kebebasan untuk memilih dan mengembangkan diri sesuai dengan keunikan atau potensi masing-masing tanpa menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Bimbingan juga perlu untuk mencapai perkembangan yang sehat di dalam lingkungannya.
Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
2. Pengertian Konseling
Shertzer dan Stone (1980) telah membahas berbagai definisi yang terdapat di dalam literature tentang konseling. Dari hasil bahasannya itu. Mereka sampai pada kesimpulan bahwa: counseling is an interaction prosess which facilitates meaningful understanding of self and environment and result in the establishment and/or clarification of goals and values of future behavior.
Lebih jauh, Pietrofesa dan kawan-kawan menunjukkan sejumlah cirri-ciri konseling professional sebagai berikut:
1. Konseling merupakan suatu hubungan professional yang diadakan oleh seorang konselor yang sudah dilatih untuk pekerjaannya itu.
2. Dalam hubungan yang bersifat professional itu, klien mempelajari keterampilan pengambilan keputusan, pemecahan masalah, serta tingkah laku atau sikap-sikap baru.
3. Hubungan professional itu dibentuk berdasarkan kesukarelaan antara klien dan konselor.
3. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan psikologis dan kemanusiaan secara ilmiah dan profesional yang diberikan oleh pembimbing kepada yang dibimbing (peserta didik) agar dapat berkembang secara optimal, yaitu mampu memahami diri, mengarahkan diri, sesuai tahap perkembangan, sifat - sifat, potensi yang dimiliki, dan latar belakang kehidupan serta lingkungannya sehingga tercapai kebahagiaan dalam kehidupannya.