SELINGKUH, DARI PANDANGAN ISLAM



Selingkuh, dari segi bahasa saja sudah mengandung makna negative.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, selingkuh mempunyai makna yang
banyak :
1. tidak berterus terang
2. tidak jujur atau serong
3. suka menyembunyikan sesuatu
4. korup atau menggelapkan uang
5. memudah-mudahkan perceraian


Ada ayat dalam Al-Quran, Surat An-Nisa yang menjelaskan bahwa betapa
dekatnya arti pasangan dengan diri kita sendiri, bahkan jikalau memang
harus bercerai, mahar yang telah diberikan kepada isterinya dahulu
tidak boleh diminta kembali. Berikut bunyinya :

“Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain,
sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta
yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang
sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan
yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?
”. (QS.4:20)


“Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah
bergaul (bercampur/AFDHO) dengan sebagian yang lain sebagai
suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu
perjanjian yang kuat.”
(QS. 4:21)



Mari lihat lebih dalam lagi sebenarnya apa arti AFDHO dalam Surat 4:21
diatas. AFDHO berasal dari kata FADHO yang artinya angkasa luar.

Angkasa luar itu mempunyai ruang yang sangat luas, tanpa batas dan
terbuka. Karena itu hendaknya hubungan suami isteri semestinya seperti
angkasa luar ini, tidak ada batas di antara suami isteri, dan
se-terbuka-terbukanya diantara keduanya. Kalau masih ada gengsi,
takut-takut dan sembunyi-sembunyi terhadap sesuatu sekecil apapun
diantara keduanya maka belum mengikuti kehendak dan keinginan Allah
tersebut.
Allah menginginkan antara kita dan pasangan kita adalah
saling terbuka. Pasangan adalah diri kita.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari diri kamu, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu mawaddah dan rahmah.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir.”
(QS.30:21)



Kita lihat ayat diatas. Allah mengatakan Dia telah menciptakan
untukmu isteri-isteri dari diri kamu. Apa maknanya ? Maknanya adalah
pasangan kita sesungguhnya adalah diri kita. Maukah kita merugikan
diri Anda sendiri dalam arti merugikan pasangan Anda ? Maukah Anda
menyakiti diri sendiri artinya menyakiti pasangan Anda yang merupakan
diri Anda sendiri ? Pasangan kita adalah diri kita. Apabila kita
menginginkan sesuatu maka sebelum kita mengucapkan, suami/isteri kita
sudah dapat menebaknya dengan tepat apa yang kita inginkan, karena dia
adalah diri kita. Begitu juga sebaliknya karena kita juga adalah
dirinya. Semakin terjadi persesuaian suami-isteri, akan semakin
bahagia mereka.

Hidup bersama dengan pasangan, mempunyai arti sesungguhnya yang amat
dalam. Hidup itu adalah ditandai dengan gerak, bisa merasakan dan
dirinya tahu. Kalau Anda hidup bersama dengan pasangan, maka gerak
langkah secara bersama, pengetahuan Anda dan pasangan bersama-sama
tahu dan mencari tahu terhadap segala hal dan masalah yang sedang
dihadapi, dan Anda bersama pasangan Anda mempunyai perasaan yang sama.
Kalau pasangan Anda tidak menyukai sesuatu pada diri Anda, maka
ubahlah diri Anda. Kalau pasangan Anda tidak menyukai dan tidak
meridhai poligami, maka jangan Anda lukai diri Anda sendiri (pasangan
Anda) dengan poligami.

Dalam ajaran Islam, ada perintah musyawarah. Dalam Al-Quran,
musyawarah ini digunakan 3 x, yaitu

  • musyawarah untuk pujian

  • musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat

  • musyawarah dalam hidup berumah tangga.


  • Jadi dalam hidup berumah tangga, tidak ada yang
    tertutup sedikitpun, dan musyawarah membutuhkan kejujuran.

    Jadi jangan menyembunyikan sesuatu pada pasangan Anda.

    “Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal
    menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk
    menyempitkan (hati) mereka. …. dan musyawarahkanlah di antara kamu
    (segala sesuatu), dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka
    perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.” (QS.65:6).


    Ada kasus khusus, memang ada sesuatu dalam kehidupan berumah tangga
    berbohong dibenarkan dalam rangka menyenangkan pasangan, yaitu gombal
    pada pasangannya. Begitu juga menyembunyikan sesuatu kalau dalam hal
    kemaslahatan bersama dan bukan untuk kepentingan pribadi, hal ini
    dapat dibenarkan oleh Allah. Dalam sebuah hadits, ada seorang isteri
    sedang sendirian bersama anaknya yang sedang sakit keras,
    suaminya sedang pergi mencari nafkah dan sudah lama perginya karena
    jaman dulu pergi mencari nafkah itu betul-betul memakan waktu lama,
    tidak ada transportasi yang cepat seperti sekarang. Anaknya yang
    sedang sakit ini, kemudian meninggal. Tak lama kemudian, suaminya
    pulang. Sesampai di rumah, suaminya menanyakan bagaimana kabarnya dan
    kabar anak mereka berdua ? Dijawab sang isteri karena tidak ingin
    memberikan berita buruk sebelum suaminya pulih betul istirahatnya,
    “anak kita sedang istirahat setenang-tenangnya”. Tenanglah suaminya
    karena tidak ada masalah dalam rumah yang kemarin ditinggalkannya.
    Kemudian sang isteri melayani suaminya sepanjang malam. Esok paginya
    setelah suaminya bangun dan segar, kemudian isterinya baru mengabarkan
    keadaan anaknya yang sebenarnya pada sang suami, bahwa anaknya sudah
    meninggal, keadaannya sudah setenang-tenangnya. Sang suamipun sedih
    dan juga terenyuh akan kesabaran isterinya tapi sudah lebih kuat
    sehingga bisa menjadi tumpahan kesedihan dari sang isterinya
    sebaliknya atas kematian anak mereka.

    Puncak perselingkuhan adalah perzinaan dengan pria/wanita lain. Dasar
    kehidupan rumah tangga adalah kepercayaan. Saling percaya di antara
    pasangan adalah hal yang paling pokok. Jika tidak ada lagi rasa
    percaya dan saling curiga maka perkawinan sudah bisa lagi berjalan.
    Apalagi jika salah satu menuduh pasangannya berzina dengan orang
    lain maka sudah masuk kategori cerai/thalaq abadi. Jika thalaq 1,
    thalaq 2 bahkan thalaq 3 (dalam thalaq 3 ada catatan telah
    menikah dulu dengan orang lain), suami bisa balik lagi kepada
    isterinya untuk menikah lagi atau sebaliknya (rujuk). Tapi kalau
    sudah menuduh berzina dengan 5 x ucap (Li’an) maka otomatis telah
    terjadi thalaq/cerai abadi. Hal itu terjadi karena mereka sudah
    tidak lagi saling percaya, sudah musnah rasa kepercayaan
    masing-masing. Tidak ada lagi kepercayaan maka tidak bisa balik.
    “Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka
    tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka
    persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah,
    sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah)
    yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang
    yang berdusta.” (QS. 24:6-7).


    Karena itu, suami isteri dituntut untuk menghindarkan diri dari
    kecurigaan, dengan cara saling terbuka. Seringkali perceraian
    terjadi karena tidak adanya keterbukaan, dan ini sudah termasuk
    selingkuh.

    Keterbukaan dan kejujuran ini bahkan sejak semula jauh sebelum
    pernikahan masih dalam rangka saling kenal mengenal sudah harus
    diterapkan.

    Dalam sebuah hadits, disebutkan pesan Nabi, apabila salah seorang
    kamu mendatangi perempuan untuk dinikahi dan kamu menggunakan semir
    rambut, katakan kepadanya bahwa rambutmu telah disemir.
    Kehidupan berumah tangga yang kita hadapi adalah berinteraksi dengan
    manusia bukan dengan alam. Manusia mempunyai perasaan. Timbulnya
    segala sesuatu termasuk pada diri manusia itu dimulai dengan adanya
    benih, termasuk cinta. Benih itu timbulnya dimulai dari perasaan. Oleh
    karena itu jika cinta ditujukan pada orang lain bukan pada isteri atau
    suaminya sendiri, hendaknya buru-buru disingkirkan. Jangan mengatakan
    bahwa “saya ga bisa menghapus cinta ini kepada dia (bukan
    suami/isterinya)”.

    Ada sebagian orang menyerah seolah dia tidak
    berdaya menghadapi perasaan yang timbul dalam dirinya karena
    mencintai orang lain yang bukan suami/isterinya, yang barangkali itu
    adalah cinta pertamanya atau sebab-sebab lainnya. Dia terus saja
    mengalah tidak berdaya, mengikuti dan menuruti kemauan hatinya yang
    sudah ternoda itu. Kemudian dengan mudahnya, ia menggunakan dalih
    taqdir yang menyebabkan dia bisa cinta ke orang lain tersebut.

    Padahal ada kesalahan yang disebabkan karena kita sadar dan ada pula
    kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan kita. Kesalahan yang
    disebabkan kecerobohan ini, contohnya adalah bila ada seorang
    perempuan yang diminta untuk menjaga seorang bayi yang sedang
    tertidur, kemudian perempuan itu pergi mengobrol dengan tetangganya
    dan terlena berjam-jam mengobrolnya.

    Ketika perempuan itu kembali
    ke bayi dan rupanya bayinya sudah terjatuh dari tempat tidur, maka
    bisakah kita katakan itu karena taqdirnya sang bayi ataukah disebabkan
    karena kecerobohan perempuan itu ? Tentu, karena kecerobohan
    perempuan itu dalam menjaga sang bayi. Nah, begitu juga dengan
    perasaan dan cinta kita kepada orang yang bukan suami/isteri kita
    sendiri, apakah itu disebabkan karena taqdir atau kecerobohan kita
    terlena pada cinta dan perasaan itu berjam-jam, berhari-hari bahkan
    bertahun-tahun yang bersemayam dari hati dan perasaan kita ?

    Allah sudah melengkapi perangkat-perangkat di dalam diri agar kita
    bisa terlepas dan bebas, dan mampu membersihkan kesalahan-kesalahan
    kita yang lalu.

    Semua tergantung dari kesungguhan yang kita lakukan. Karena itu, segeralah untuk menghapus cinta dan perasaan pada orang yang bukan suami/isteri kita dan segera menyingkirkannya bukan sekedar mengubur cinta yang bukan untuk pasangannya.

    Karena kalau sekedar menguburnya, sesuatu itu masih ada terpendam yang
    sewaktu-waktu baik secara sadar atau tidak kita bisa membongkarnya
    kembali, berbeda halnya jika kita menghapusnya tuntas.

    Jika benih itu tidak segera disingkirkan maka lama-lama akan menjadi besar dan
    bertambah, dan akhirnya bisa menguasai jiwa dan menjadi dorongan,
    syetan nanti akan terus membantu jika tidak ada niatan atau tekad yang
    kuat untuk menyingkirkannya. Tidak ada dalih yang dapat dibenarkan
    sedikitpun tentang hal ini sejak masih dalam benih apalagi sampai
    besar.

    Jangan diperturutkan hati dan perasaan yang salah. Apalagi jika
    membayangkan orang lain (bukan suami/isterinya) dalam berhubungan
    seks itupun sudah termasuk selingkuh, yang sejak dini berupa benihpun
    (masih dalam bayangan/imajinasi) tersebut untuk segera
    disingkirkan.

    Ketidakjujuran juga termasuk benih dalam kehidupan berumahtangga,
    segera singkirkan pula. Ketidakjujuran jika terus dibiarkan dapat
    mengantar mereka kepada saling tidak percaya.


    Pekerjaan-pekerjaan itu ada yang dilakukan oleh hati dan juga oleh
    anggota badan. Pekerjaan-pekerjaan hati dan pikiran adalah berfikir,
    berimajinasi dan berfantasi, jika pekerjaan-pekerjaan hati tersebut
    tidak mengarah kepada kebaikan segera singkirkan dan hapus, seperti
    imajinasi fantasi kepada orang lain bukan kepada suami/isteri Anda
    segera musnahkan. Kita harus memadamkan api sebelum dia berkobar.

    Jangan perturutkan hati dan terlena karenanya sedini mungkin.
    Jadi selingkuh mempunyai arti yang banyak dan tidak hanya sebatas
    selingkuh secara fisik tapi bisa karena hati dan pikiran
    (imajinasi/fantasi).

    Segera singkirkan sedini mungkin. Dan untuk
    mencegahnya, dalam hidup berumah tangga diperlukan adanya keterbukaan
    & kejujuran sebagai dasar pokok.
    Tanya Jawab :
    -Tanya : Bagaimanakah dengan Nikah Sirri ?
    >Jawab : Kembali dulu kepada pengertian nikah sirri yang
    sebenarnya.
    Nikah Sirri adalah nikah yang dirahasiakan dimana kerahasiannya itu sampai batas-batasnya, hanya merahasiakan pad orang lain. Batas-batasnya itu sampai dimana ? Batas-batasnya adalah adanya wali perempuan, mempelai laki dan wanita, dan 2 orang saksi, lalu ditambah aturan dalam Negara kita adalah tercatat dalam KUA. Jadi
    Nikah Sirri itu sama dengan pernikahan biasa, hanyasanya nikah sirri
    tidak dirayakan. Jika ada seorang menikah kemudian dia meminta utk
    orang lain agar mengatakan bahwa dia belum menikah padahal sudah
    menikah (apalagi berbohong pada isterinya), nah ini sudah diluar batas
    dan dilarang oleh Allah, karena itu termasuk berbohong dan dusta.
    Allah menyuruh jika kita menikah harus diumumkan.
    Nikah yang tidak diketahui oleh isteri (apalagi tidak
    diridhai/disukainya), itu dilarang dalam Islam sesuai dengan
    pembahasan diatas, karena tidak jujur.

    Apabila memang berniat untuk menikah lagi atas kesepakatan kedua
    belah pihak, keridhaan dan keinginan kedua belah pihak karena
    alasan-alasan yang dapat diterima menginginkan keturunan yang tidak
    diperoleh melalui isterinya (Tafsir Al-Misbah Vol.3, Surat An-Nisa:4),
    maka menikah lagi bagi sang suami tidak dilarang menurut agama.
    Sekarang banyak fenomena dimana sang isteri tidak mengetahui,
    suaminya mempunyai isteri-isteri lain dan anak-anak lain, karena
    sembunyi-sembunyi dan tidak jujur pada isterinya. Selain itu, juga
    banyak fenomena terjadi pemaksaan kehendak suami untuk menikah lagi.

    Ini tidak diridhai oleh Allah karena sudah termasuk selingkuh.
    -Tanya : Bagaimana jika kita tidak jujur pada anak-anak kita ?
    >Jawab : Ada suatu pengertian yang hendaknya orang tua dan
    anak harus mengerti sampai dimana batas anak harus berbakti pada orang
    tuanya.

    Menurut Rasyid Ridha bahwa bukan termasuk anak berbakti
    kepada orang tua apabila dengan cara mengikuti semua kehendak dan
    keinginan orang tua menyangkut hak-hak anak. Orang tua menyuruh anak
    dengan memaksa, maka itu sudah melanggar hak anak untuk bebas memilih.
    Apabila anak mengikuti dengan terpaksa maka itu bukan dikategorikan
    anak telah berbakti kepada orang tuanya.

    inilah foto-foto selingkuh yang sangat berbahaya, dan bisa menimbulkan permasalahan besar


    Untuk Lebih Jelasnya:



























    maaf masch dlm thp diting
    sumber : serbaspecial.wordpress.com














.