Aku banga menjadi muridnya

Hari ini adalah hari pertamaku di semester ini untuk mengikuti mata kuliah perkembagan peserta didik. Malu rasanya saat masuk kelas dan ternyata kelas sudah dimulai. Biasanya para dosenku yang mengisi jam pertama suka mengulur waktu masuk mereka jadi hari ini selain karena jalanan macet aq memang tidak menyegerakan diri ke kampus.

Beliau menjelaskan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan.
Jujur saja aku kagum padanya. Gayanya menyampaikanmateri sebenarnya biasa namun mengena. Suaranya tak lantang karena umurnya sudah 72 tahun, namun cerita lucu dan menarik ditengah dia menerangkan adalah daya tarik tersendiri yang membuat peserta didiknya mendengarkan ulasan materi yang ia sampaikan dengan seksama.

Aku sangat suka karena dihari pertama mengajar di kelas kami beliau menanamkan bahwa mengajar bukan ajang untuk mencari uang dan pekerjaan, tetapi mengajar adalah pangilan hati dan tentang bagaimana kita mendapat kepuasan saat membantu orang lain dalam sebuah pembelajaran.Aku banga sekali mengenal dan bisa menjadi murid dari seorang guru yang benar benar ikhlas mengeuarkan tenaga dan fikiranya untuk mendidik kami sebagai generasi muda.

Banyak aku temui guru dan dosen yang tua, namun kebanyakan mereka mengajar tanpa arah dan tanpa berbekal persiapan yang matang sehinga pembelajaran menjadi tidak efisien dan jauh dari kata menarik serta jauh dari kata dipahami. Namun beliau berbeda........
Dibalik usia senjanya tersimpan banyak ilmu yang semoga akan tertularkan kepada kami dengan sangat baik.
 
Semangatnya untuk mengajar sampai malam dan sampai harus naik ke lantai 4 di usia 72 tahun inilah yang benar benar membuatku terharu. Semoga dalam setiaplangkahnya dan setiap usaha yang ikhlas ia berikan untuk anak didiknya menjadi amalan yang tak akan putus bagi beliau sampai kapanpun. Amiiin















.