Gelar Budaya Jaranan Turonggo Yakso/ Culture title Jaranan Turonggo Yakso FOR GENERAL ART CULTURE


Gelar Budaya Jaranan Turonggo Yakso

(sumber: Himawan.2007. Kesenian Turonggo Yakso Trenggalek. Surabaya; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur.)

1) Persiapan sebelum pagelaran, yaitu sebelum pagelaran dimulai dalang/ pawang mempersiapkan terlebih dahulu ubo rampe yang berupa: padupan dan dupa, bokor yang berisi kembang boreh (bunga 3 macam: bunga mawar, bunga melati,dan bunga kenanga (Bahasa Jawa: kenongo) yang dicampur dengan atal/ bedak), dan lengkong (wadah) dari anyaman bambu tipis kecil-kecil yang tepi dibingkai pelepah pisang, lengkong tersebut sebagai wadah tumpeng beserta lauk. Ubo rampe ini merupakan bagian dari ubo rampe yang ada pada upacara Baritan, sehingga ada hubungannya upacara Baritan dengan jaranan Turonggo Yakso.

2) Kesenian jaranan Turonggo Yakso adalah kesenian rakyat, maju mundur kesenian tersebut banyak ditentukan oleh para pendukung aktif pemain/ pelaku dan tokoh-tokoh yang ada dalam paguyuban tersebut. Para pemain/ pelaku terdiri dari:

Ø  Pawang

Ø  Dayang 4 orang (sayarat masih gadis)

Ø  Dadung Awuk

Ø  Jaranan besar

Ø  Jaranan kecil 6 orang

Ø  Celengan Srenggi 1-2 orang

Ø  Barongan. Jepaplokan 3 orang

a) Pawang adalah seorang pinisepuh/ tokoh masyarakat yang disegani dalam paguyuban tersebut, yang memiliki ilmu dan beberapa kelebihan, tidak hanya pandai tapi juga “ngerti” (mengerti) atau mumpuni. Pawang tugasnya adalah untuk melakukan sesaji pada saat pagelaran berlangsung.

Pakaian pawang

                   Mengenakan pakaian jawa (Surakarta), beskap lengkap, motif jaritnya bebas, tetapi biasanya mengenakan jarit parang barong.

b) Dalang (Dhalang) adalah orang yang menceritakan bagaimana prosesi pagelaran tersebut berlangsung. Seorang dalang dituntut memiliki wawasan yang luas dan memiliki rasa humor yang tinggi, juga mengetahui gending-gending yang biasa dipergunakan untuk mengiringi pagelaran, sehingga dapat menyuguhkan tontonan yang baik dan bermutu maka para penonton memperoleh kepuasan. Pada pagelaran jaranan Turonggo Yakso sering kali seorang dalang merangkap sebagai Pawang.

c) Dayang adalah seorang gadis, belum pernah menikah, bertugas untuk mengiringi pawang sambil membawa bokor berisi kembang boreh (bunga tiga warna) pada saat pembukaan pagelaran berlangsung. Pakaian dayang terdiri dari: kemben, stagen, jarit/ kain panjang, rambut diikat diletakkan disamping kanan depan, diberi hiasan bungan, membawa bokor berisi bunga 3 warna (mawar, melati, kenongo)

d) Dadung Awuk adalah seorang tokoh manusia setengah dewasa yang mengerti bahasa binatang dan mempunyai kemampuan untuk berbicara dengan binatang, misalnya dengan kerbau, lembu, kuda, dan lain-lain, sehingga Dadung Awuk dipercaya sebagai pemelihara hewan. Pakaian Dadung Awuk, seperti pakaian yang dikenakan oleh pemain jaranan tetapi warna lain tidak sama agar dapat membedakan dan tanpa memakai baju, membawa tambang dan pecut. Setelah beratraksi jaranan dan tambang diikatkan pada pinggangnya.

e) jaranan ada dua yaitu jaranan besar dan jaranan kecil. Jaranan besar sebagai symbol tokoh hewan, jaranan kecil-kecil merupakan perwujudan binatang imajinair yaitu digambarkan sebagai binatang ternak pemeliharaan para petani misalnya kerbau, lembu, kuda, kambing, dan sebagainya. Pakaian jaranan terdiri dari: ikat kepala/ pilis, sumping, kace/ kalung, cakep tangan, baju lengan panjang (dulu tanpa baju), jarit, stagen/ centing, sabuk, boro-boro, celana kepanjen 2/3, klinting.

f) Celeng/ celengan adalah merupakan gambaran binatang pengganggu binatang ternak para petani, juga sebagai pengacau kehidupan para petani. Pakaian celengan terdiri dari: ikat kepala/ pilis, sumping, boro, kace, jarit, stagen, sabuk, rompi, celana panjen 2/3, klinting.

g) Barongan adalah dilambangkan sebagai Berhala yang merupakan penggambaran sebagai wabah penyakit dan hama yang sewaktu-waktu bisa datang menyerang pada peternakan, pertanian, atau manusia. Pakaian barongan terdiri dari: barongan di kepala terdapat klinting, ikat kepala dari kain tanpa pilis, kace leher warna merah, gelang tangan, sembong, celana hitam, riasan yang menakutkan

IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):

Culture title Jaranan Turonggo Yakso

(Source: Himawan.2007. Turonggo Yakso Arts Psychology. Surabaya; Department of Education and Culture of East Java Province.)

1) Preparation before the show, which is before the show starts mastermind / handler ubo rampe prepare in advance in the form of: padupan and incense, flower bowl containing cream (3 kinds of flowers: roses, jasmine, and ylang flowers (Javanese: Kenongo) mixed with atal / powder), and Lengkong (container) of a small thin bamboo-framed small banana leaf edges, such as container Lengkong cone and side. Rampe ubo ubo is part of the existing rampe on Baritan ceremony, so nothing to do with the ceremony Baritan jaranan Turonggo Yakso.

2) Art is jaranan Turonggo Yakso folk art, the art back and forth are determined by the supporters active players / actors and the characters that exist in the community. The players / actors consisting of:

 The handler

 Dayang 4 people (sayarat was a girl)

 Dadung Awuk

 great Jaranan

 small Jaranan 6 people

Piggy bank  Srenggi 1-2 people

 Barongan. Jepaplokan 3 people

a) The handler is an elders / respected public figure in the community, who have knowledge and some advantages, not only clever but also "understand" (understand) or qualified. Handler's job is to carry out the offerings at the show lasts.

Clothing handler

Dressed Java (Surakarta), beskap complete, free jaritnya motif, but usually wear barong machete jarit.

b) Dalang (Dhalang) is a person who tells how the procession of the performances took place. A puppeteer required to have extensive knowledge and a sense of humor, also know gending-gending commonly used to accompany performances, so it can serve a good spectacle and the quality of the audience get satisfaction. At performances jaranan Turonggo Yakso often doubles as a puppeteer handler.

c) Dayang is a girl, has never married, served to accompany the handler holding a bowl cream contains flowers (flower three colors) at the time of the opening of the show takes place. Consists of ladies clothing: tank top, stagen, jarit / long cloth, hair tied placed right next to the front, ornate relationship, carrying bowls of flowers 3 colors (rose, jasmine, Kenongo)

d) Dadung Awuk was a prominent adult human half beast who understand the language and have the ability to talk with animals, such as buffalo, cattle, horses, etc., so Dadung Awuk trusted as a custodian of the animal. Awuk Dadung clothing, like outfits worn by players jaranan other but not the same color in order to distinguish and without wearing clothes, carrying mines and whip. After beratraksi jaranan and mine tied to his waist.

e) there are two jaranan jaranan large and small jaranan. Jaranan as a symbol of the animal figures, small jaranan animal embodies imajinair is described as farmers raising livestock such as water buffalo, cattle, horses, goats, and so on. Jaranan clothing consists of: headband / pilis, sumping, Kace / necklace, saucy hand, long sleeves (used without clothes), jarit, stagen / centing, belts, boro-boro, pants Kepanjen 2/3, k-ping.

f) Wild boar / piggy bank is a picture of nuisance animals cattle farmers, as well as the lives of the farmers vandals. Piggy banks consisting of clothing: headband / pilis, sumping, boro, Kace, jarit, stagen, belts, vests, pants panjen 2/3, k-ping.

g) Barongan is denoted as the idol is a depiction of the outbreak of diseases and pests that can come at any time attack on livestock, agriculture, or human. Barongan clothing consists of: barongan in there head k-ping, headband from fabric without pilis, Kace red neck, wrist strap, sembong, black pants, makeup is scary














.